Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 852 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 571 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 696 | Komentar

Baca


6 Bulan, Stok Bahan PokokDiklaim Aman


KAB. TANGERANG
- Stok bahan pokok di Kabupaten Tangerang diprediski bakal aman sampai 6 bulan ke depan. Hal ini dikatakan Kasi Kebutuhan Barang Pokok, Barang Penting dan Logistik Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang, Andriyani, Kamis (20/4). “Stok bahan pokok untuk 6 bulan ke depan aman,” katanya.

Terkait bulan Ramadhan, menurut  Andriyani, stok bahan pokok juga relatif aman. Disinggung seputar operasi pasar (OP), menurut dia ada beberapa variabel yang harus dipenuhi untuk menggelar OP. “Antara lain, kebutuhan tinggi tapi pasokan minim. Tentu dengan kondisi tersebut bisa digelar OP,” katanya.

Adapun bahan pokok yang masuk dalam OP menurut dia, antara lain, beras dan minyak sayur. “Sejauh ini memang belum diperlukan adanya operasi pasar,” tambahnya. Meski begitu kata dia, dua minggu ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap bahan pokok. “Evaluasi tersebut untuk menentukan dilakukan atau tidak operasi pasar,” terangnya.

Terkait dengan harga cabai beberapa waktu lalu yang sempat  melonjak sampai Rp 180 ribu, saat ini harga komoditas tersebut kata dia, sudah turun. “Dari pantauan di beberapa pasar tradisional beberapa hari lalu, harga cabai saat ini Rp 48 ribu/kg,” imbuhnya.

Agar harga bahan poko bisa terpantau, pihak Disperindag kata dia, seminggu tiga kali melakukan monitoring ke pasar-pasar. “Tentu laporannya kami sampaikan ke Disperindag Provinsi Banten,” pungkasnya. (sarifudin)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir