Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 855 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 572 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 699 | Komentar

Baca


Kepala SKPD dan Camat Diminta Perangi Hoax


KAB. TANGERANG
- Beredarnya berita yang sumbernya tidak jelas alias hoax dinilai bisa memantik konflik horizontal jika tidak ditangani serius. Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar meminta agar para kepala SKPD dan Camat memerangi berita hoax.

"Saya berharap  kepada para Kepala SKPD dan  Camat untuk  agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita harus perangi isu tersebut,” kata Zaki kepada seluruh Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Tangerang, di Pendopo, Selasa (18/4).

Jika tidak disikapi, kata Zaki,  hoax dapat mengganggu, meresahkan, dan membuat perpecahan antar kelompok masyarakat.Ia menambahkan, para pemangku kebijakan  di daerah masing-masing untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat  agar  terus menjaga keutuhan dan saling menjaga lingkungannya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang  Soma Atmaja  mengatakan, fenomena hoax akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan masyarakat.  “Hoax adalah sebuah kebohongan atau informasi sesat yang sengaja disamarkan agar terlihat benar,” kata Soma. Mantan Kepala Disporabudpar ini menambahkan, munculnya hoax disebabkan sejumlah faktor, antara lain, faktor ekonomi,  politik,  agama, dan faktor pribadi.

“Untuk menangkal berita atau informasi hoax  antara lain  dengan cara kenali hoax melalui kaidah 5 W dan 1 H. (who, what, where, when, why, dan how). Cermati bahasanya, dan yang terpenting  mencari sumber yang akurat,” paparnya.

Sekretaris Pembaruan Forum Kebangsaan Kabupaten Tangerang  Rapali Daili mengatakan, konflik SARA  adalah suatu kekerasan yang dilatarbelakangi sentimen antar suku, agama, ras dan golongan tertentu. Adapun penyebab konflik sara ialah adanya benturan budaya, masalah ekonomi dan politik, diskriminasi, sikap arogansi dari sekelompok masyarakat.

Menurut dia, masih terdapat kelompok masyarakat yang menganggap perbedaan SARA merupakan masalah.“Maka untuk mengantisipasi potensi konflik tersebut, perlu menumbuhkembangkan kembali sikap nasionalisme, memupuk dan meningkatkan semangat Bhineka Tunggal Ika,” katanya. (sarifudin)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir