Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 208 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 258 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 224 | Komentar

Baca


Waspadai Ajaran Menyimpang


KAB. TANGERANG
-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang meminta masyarakat untuk mewaspadai ajaran menyimpang berkedok pengajian yang akhir-akhir terjadi. Kasus terakhir adalah penggandaan uang berkedok pengajian di Kecamatan Solear.

“Tentu kami menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti sebuah pengajian. Setidaknya ada dua  hal yang harus diperhatikan. Pertama, pengajarnya harus jelas, dan yang kedua adalah rujukannya juga harus jelas,” terang Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH. Ues Nawawi, Selasa (18/4).

Ia melanjutkan, masyarakat kalau tidak hati-hati akan mudah dininabobokan dengan janji-jani manis dari orang  yang mengatasnamakan ustadz. “Memang ini menjadi tantangan bagi kita semua. Bagaimana kemudian, kita secara bersama-sama agar jangan terjebak dalam budaya konsumerisme,” paparnya.

Disinggung seputar dugaan adanya pengajian yang menyimpang di Kecamatan Mauk, KH Ues mengakui, pihaknya memang sudah menerima adanya informasi tersebut. “Saat ini tengah dalam penelurusan MUI Kecamatan Mauk,” katanya.

Karena sekarang sedang berlangsung MTQ tingkat Provinsi, pihaknya belum mengambil sikap terkait masalah tersebut. “Insya Allah setelah MTQ berakhir, kami membahasnya,” imbuhnya.Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap pengajian yang diduga menyimpang.  “Ada dua wilayah yang kita lakukan pengawasan secara khusus, yakni Kecamatan Solear dan Kecamatan Mauk,” kata Ahmad Hidayat.

Diakui Ahmad, pihaknya beberapa waktu lalu menerima laporan dari masyarakat terkait adanya pengajian yang diduga menyimpang. “Tentu ini menjadi perhatian kami. Kenapa Solear juga masih diawasi secara khusus? Kami berharap agar tidak terjadi lagi kasus serupa di kemudian hari,” pungkasnya. (sarifudin)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir