Crime News

Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan

News image

SERANG – Siti Marhatusholikhat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Ke...

Hukum & Kriminal | Jumat, 15 Desember 2017 | Klik: 25 | Komentar

Baca

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 254 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 274 | Komentar

Baca


Disperindag Fasilitasi IKM Dapat Label SNI


Kota Tangsel
- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberi bantuan kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk mengurus sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Fasilitas ini diberikan mengingat pentingnya label SNI pada suatu produk.

Plt Kepala Disperindag Kota Tangsel Malikuswari mengatakan, persaingan perdagangan dewasa ini mengharuskan IKM memiliki izin. Dengan izin edar usaha, maka produk yang dijual dapat dipercaya oleh masyarakat baik domestik maupun internasional.

"Label SNI sangat perlu dalam persaingan produk industri dengan negara lain. Karena semua barang yang dijual harus berlabel SNI. Meski SNI ada dua macam wajib dan tidak wajib. Manfaat SNI yaitu untuk mempermudah pemasaran dan pendistribusian produk usaha kepada pasar secara luas," katanya kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Dengan adanya SNI, menurut Sekretaris Disperindag ini, dipastikan produk sudah aman digunakan konsumen. Serta tidak mengandung bahan berbahaya yang dapat merugikan kehidupan manusia. Untuk memperoleh SNI, lanjut Malikuswari, harus melalui proses uji laboratorium.

“Guna mempermudah, kami dengan BSN Kementerian Perindustrian bekerjasama agar mempermudah pengurusan. Jika masyarakat mengurus sendiri tentu akan repot dan biaya mahal. Masa pengurusan dapat memakan waktu selama lima bulan,” tambahnya.

Kabid Perindustrian pada Disperindag Kota Tangsel, Ferry Payacun menjelaskan ada beragam produk yang tidak wajib berlabel SNI, seperti fashion, handicraft, kuliner seperti sambal, makanan ikan bandeng dan kue-kue kering. Sedangkan yang wajib memiliki SNI seperti permainan anak, air minum, ban, helm, alat-alat listrik dan tepung terigu."Dengan adanya SNI tingkat daya saing cukup tinggi, mendongkarak nilai harga barang dan mutu dari produk itu sendiri sangat dipertangungjawabkan kepada pengguna," katanya.

Ia menambahkan, penerapan SNI adalah salahsatu cara untuk meningkatkan daya saing pelaku industri. Jika barang-barang produksi tidak memenuhi standar, maka sangat mungkin masyarakat akan memilih barang dari luar negeri.

"Kita semua tentunya mendukung program pemerintah untuk mencintai produk dalam negeri, tapi kita juga harus selalu ingat pada kenyataan bahwa masyarakat selaku konsumen memiliki pertimbangan lain," katanya.

Melindungi konsumen, menurut Ferry adalah kewajiban pemerintah dan pihak yang memproduksi barang atau jasa. Fungsi pemerintah dalam hal ini adalah memberikan perlindungan kepada warganya.
"Kami (Disperindag) akan terus berupaya agar pelaku IKM dapat maju. Beberapa program yang dilakukan selain pemberian pelatihan dan pembinaan adalah pemberian bantuan modal, pemberian peralatan dan promosi," jelasnya. (iwan)



Beri komentar


Security code
Refresh