Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 600 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 412 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 518 | Komentar

Baca


Air Laut Surut 20 Meter


SERANG
- Siang sampai sore kemarin, air laut di pesisir Karangantu surut sepanjang 20 meter dari bibir pantai. Akibatnya, ikan-ikan menengah dan para pemancing serta warga yang mencari ikan di sekitaran pinggir pantai kecewa karena tidak dapat ikan. Yunus, seorang nelayan di Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, mengaku belum pernah melihat air surut sejauh itu. Biasanya, jikapun surut, tidak akan mencapai sejauh 20 meter. Dan kondisi seperti itu biasanya tidak akan bertahan lama. Saat sore hari biasanya air laut sudah mulai pasang kembali. "Saya nggak pernah liat sesurut itu," katanya, Senin (3/2).

Yunus mengaku aneh saat kondisi cuaca seperti sekarang sering hujan air laut malah surut. Ia bahkan khawatir bila gejala alam ini merupakan peringatan akan adanya bencana besar, semisal tsunami. Seperti yang ia dengar, tsunami Aceh dulu berawal dari adanya air laut yang surut sampai jauh. "Mudah-mudahan saja bukan," katanya. Dedi Daryanto, warga Lopang Indah, Kecamatan Serang, Kota Serang, mengaku sudah sejak pukul 11.30 berada di dermaga Karangantu untuk memancing ikan. Saat datang, air masih sampai di bibir pantai dan membasahi tanaman bakau. Sekitar pukul 14.00 barulah air sedikit demi sedikit surut sampai sekitar 20 meter. Ia mengaku sudah lama mancing di daerah itu, bahkan sebelum dermaga dibangun. "Saya sudah sekitar 10 tahun mancing di sini. Dari tahun 1990-an mancing tiap malem minggu dan suka nginep," ujar Dedi.

Dedi menyatakan akibat surutnya air laut tersebut ia tidak mendapatkan ikan satu pun. Ia memperkirakan ikan-ikan menengah. Sehingga susah menemukannya. Padahal biasanya ia selalu mendapatkan ikan setiap kali mancing. Namun, ia mengaku tidak takut dengan adanya fenomena surutnya air laut tersebut. "Saya nggak dapet ikan sama sekali hari ini. Aneh," katanya. Komandan Pos TNI Angkatan Laut di Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten Nanang Sunaryo yang biasa menjaga pos di dekat pantai menyatakan bahwa air surut sekitar pukul 13.00. Surutnya air ini adalah hal yang wajar dan normal, dan tidak akan menyebabkan tsunami. Kondisi ini biasanya akan bertahan sampai pukul 21.00 dan setelah itu akan pasang kembali. "Kalau surut memang suka sampai jauh. Kalau saat pasang juga suka sampai masuk ke sini (kantor). Nggak mungkin kalau ini tanda tsunami," katanya.

Nanang menyatakan kondisi pasang dan surutnya air laut rutin terjadi setiap bulan. Ketika air laut surut, pertanda cuaca bagus dan ini baik untuk nelayan. Tidak ada ombak dan angin membuat nelayan bisa melaut dan mendapatkan ikan di tengah laut. Kepala Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang Tri Cahyo mengatakan bahwa kemarin tidak ada indikasi gempa di wilayah Kasemen atau di Banten secara keseluruhan. Karena itu ia mengimbau agar masyarakat tidak panik dengan dugaan akan adanya tsunami. Sebab, tsunami biasanya didahului dengan gempa berkekuatan 6 skala richter, yang masuk ke dalam golongan gempa dangkal. "Sehari ini kita tidak mendeteksi adanya gempa. Kalau adanya air surut mungkin karena adanya gaya tarik bulan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya. (tohir)

Comments  

 
-2 #6 ahmad nasrulloh Jumat, 07-02-2014 | 09:08
mari kita berdo`a bersama sama agar tidak terjadi yg tidak diinginkan.amin ya robbal alamin
Quote
 
 
-1 #5 nur Kamis, 06-02-2014 | 22:17
Berdoalah semoga tidak terjafi apa2 mungkin itu suatu peringatan atas kekuasaan allah
Quote
 
 
0 #4 nana Kamis, 06-02-2014 | 21:59
Apakah ini pengaruh dari kapal pengisap pasir yang berlokasi si pulau mujan gede...???
Quote
 
 
+2 #3 Deni Yan Koesyana Kamis, 06-02-2014 | 18:29
Saya pikir benar apa yang dikatakan oleh kepala BMKG. karena dari ilmu yang saya pelajari bahwa jika ada pergerakan lempeng tektonik atau letusan gunung api bawah laut akan terjadi gempa sebelum terjadinya fenomena surut air laut karena air laut mencari titik keseimbangan yang baru. baru jia terjadi gempa tidak lama setelahnya sekitar 5 menit akan terjadi tsunami. tapi jika lihat fenomena ini tidak terjadi demikian jadi kemungkinan fenomena tsunami kecil. faktor surut ini mungkin di sebabkan oleh adanya 2 badai tropis di sebelah barat sumatera dan jawa yang mengangkut masa air laut ke samudera hindia. semoga bermanfaat.
Quote
 
 
+1 #2 nanda Rabu, 05-02-2014 | 16:30
kalau namanya bencana ya datangnya dari Allah Swt. takutnya ada konspirasi lagi seperti yang terjadi di aceh dan di bantul jogja. Tapi karena blowup dari media makanya yang terjadi adalah tsunami dan gempa. Wallahu'alam bisshawwab (kebenaran datangnya hanya dari Allah Swt).
Quote
 
 
0 #1 kodin Rabu, 05-02-2014 | 01:52
Yah sy menghimbau agar warga banten pada umumnya dan warga karangantu pada kususnya lebih berhati - hati taut ini adalah gejala alam yang menandakan akan bencana besar akan datang
Quote
 

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir