Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 66 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 49 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 79 | Komentar

Baca


200 Bus TTM Bermasalah


CILEGON
- Jumlah bus di Terminal Terpadu Merak (TTM) Kota Cilegon saat ini berkurang 200 unit dari 512 unit, sehingga kini tinggal 312 unit. Hal itu terjadi, akibat persoalan administrasi kendaraan yang bermasalah karena tidak lengkap.

Kepala TTM Sugiyo mengatakan, jumlah bus di TTM saat ini tinggal 312 unit. Jumlah tersebut berkurang sekitar 200 unit, dari sebelumnya sekitar 512 unit bus regular yang masuk Terminal Tipe A milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ini. "Sebanyak 200 bus yang administrasinya tidak lengkap kita larang masuk Terminal Merak. Bus-bus itu juga tidak lagi kita kasih jadwal pemberangakatan," kata Sugiyo kepada Banten Raya, Minggu (11/2).

Meski 200 unit bus tidak lagi masuk TTM, tambah Sugiyo, saat ini masih ada bus yang mencuri penumpang dengan cara menaikkan penumpang dari jalan. "Ada beberapa bus yang kita larang masuk Terminal, tapi mereka tetap beroperasi. Namun, hanya menaikkan penumpang yang ada di jalan saja. Kita sudah minta BPDT (Balai Pengelola Transportasi Darat) untuk menindak ini," tambahnya.

Sugiyo berharap, 200 unit bus yang masih mempunyai trayek ke Terminal Merak bisa segera menyelesaikan administrasi kendaraan seperti uji kelaikan secara berkala maupun pembuatan izin trayek. "Kebanyakan Uji Kir-nya mati, sama KPS (Izin Trayek) tidak sesuai dengan lane. Misal KPS-nya Merak-Cirebon, ternyata lane sampai Jogja. Namun, yang masih banyak belum lengkap itu bus jurusan Merak-Jabodetak, kalau ke Jawa Tengan sama Jawa Timur mayoritas sudah lengkap," ucapnya.

Meski jumlah bus berkurang sekitar 200 unit, lanjut Sugiyo, pelayanan di TTM saat ini tidak bermasalah. Namun, jika hal seperti ini berlanjut sampai empat bulan ke depan, atau bertepatan dengan arus mudik Lebaran, tentu akan mengganggu pelayanan di TTM. "Makanya kita juga sudah mengumpulkan pengurus bus, agar segera melengkapi  masalah administrasi. Kalau untuk fisik bus, saya rasa juga sudah baik, hanya administrasinya saja yang belum," akunya.

Ditegaskan Sugiyo, meski saat ini sekitar 200 unit bus  sudah dilarang masuk TTM, namun masih ada beberapa Terminal Tipe A seperti Terminal Pakupatan Serang yang menoleransi masalah tersebut. "Kita sudah minta kepada BPTD, agar di Terminal lain juga dilarang. Jangan sampai, usaha yang perizinnannya lengkap sama yang tidak lengkap disamakan," tegasnya.

Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Johnny Siagian mengatakan, terkait uji kelaikan bus di beberapa Terminal Tipe A di Banten secara rutin telah dilakukan pihaknya. Namun, masih ada beberapa bus yang administrasinya tidak lengkap, sudah dilarang memasuki Terminal Tipe A di Banten.

"Kalau ada yang masih masuk seperti Pakupatan, itu karena di Jakarta saat mau berangkat tidak di ramp check (Uji kelaikan-red), terus berangkat dan di Pakupatan kita boleh turunkan penumpang tapi tidak boleh menaikkan. Kalau di Merak sudah kita larang masuk," katanya.

Ditegaskan Johnny, BPTD Wilayah VIII Banten juga akan melakukan razia terhadap bus yang administrasinya belum lengkap tapi masih beroperasi. "Razia kita harus gabungan dengan kepolisian, TNI, dan PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil)," tegasnya. (gillang).



Beri komentar


Security code
Refresh