Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Proyek Alun-Alun Molor


CILEGON - Proyek Alun-Alun Kota Cilegon yang seharusnya sudah selesai dibangun sejak Kamis (21/12) kemarin, namun diprediksi masih ada pekerjaan hingga enam hari kedepan. Padahal, megaproyek Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 23,8 miliar untuk pembangunannnya dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Banten.

Pantauan Banten Raya, Kamis (21/12), puluhan pekerja terlihat masih melakukan aktifitas untuk pembangunan Alun-Alun Kota Cilegon. Beberapa pekerjaan seperti penyemaian tanaman, pemasangan atap shelter serta food court, dan beberapa pekerjaan lainnya masih terus berlangsung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade mengatakan, proyek pembangunan Alun-Alun Kota Cilegon mengalami keterlambatan. Sampai kemarin, pihaknya juga belum mengetahui progres pembangunannnya sudah mencapai berapa persen.

Padahal, seharusnya batas akhir pengerjaan sesuai kontrak habis kemarin. "Tapi kita kasih kesempatan sampai dengan tanggal 27 (Desember), akhir anggaran. Jadi ada selisih enam hari dan dihitung keterlambatan, setelah itu barulah nanti akan kita hitung ulang progressnya," kata Aziz kepada Banten Raya saat ditemui di lokasi yang sedang dibangun Alun-Alun Kota Cilegon, kemarin.

Aziz menjelaskan, keterlambatan penyelesaian proyek yang menelan biaya sekitar Rp 23,8 miliar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor cuaca, serta keterlambatan pelaksanaan pembangunan.

Pembangunan yang seharusnya dimulai pada April lalu baru dimulai pada Agustus 2017. "Dengan begitu (terlambat -red) maka pelaksana otomatis akan dikenakan denda penalti. Memang ada beberapa pekerjaan yang belum selesai," jelasnya.

Site Manajer PT Pagar Alam selaku Pelaksana Proyek Alun-Alun Kota Cilegon Ahmad Maulana mengakui jika pengerjaan proyek Alun-Alun Kota Cilegon mengalami keterlambatan. Pihaknya juga pasrah ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memberlakukan pembayaran denda atas keterlambatan proyek tersebut. "Sejak dua minggu (Pekan-red) terakhir itu kita sudah mengebut pekerjaan. Dari biasanya 60 orang kita tambah pekerjanya jadi 100 orang, tapi saat kita akan bekerja malam, malam juga turun hujan jadi tidak bisa kita kerjakan," kilahnya.

Saat ini, tambah Ahmad, sedang dilakukan penyelesaian pemasangan membran untuk atap yang jadi peneduh di Alun-Alun. Perapihan bangunan Alun-Alun juga masih dilakukan sampai saat ini. "Kalau untuk pembangunan kita saat ini juga menggunakan pekerja dari Kota Cilegon semua, meski perusahaan kita dari Pekanbaru," tambahnya.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon Akhmad Hasibuan mengatakan, pihaknya saat ini memang mendampingi proyek Alun-Alun Kota Cilegon. Saat ini, pihaknya belum melakukan penghitungan progres proyek Alun-Alun Kota Cilegon.

"Pendampingan ini karena adanya permintaan dari Pemkot Cilegon, agar tidak ada kekhawatiran dalam melakukan pengerjaan dari segi hukumnya. Tapi, kita juga terus memantau proyek ini agar tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari," katanya. (gillang)






Beri komentar


Security code
Refresh