Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


8 Bus Ditemukan Bermasalah


CILEGON - Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten melakukan pemeriksaan tes urine dan kelayakan kendaraan di Terminal Terpadu Merak (TTM), Kamis (21/12). Hasilnya, 2 orang terindikasi tekanan darah tinggi dan 8 bus bermasalah.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Pasarana (Saspras) Dinas Perhubungan Provinsi Banten Dedi Hasan Afandi mengatakan, kegiatan yang dilakukan itu sebagai bentuk jelang Operasi Lilin, musim liburan dan angkutan natal dan tahun baru 2018. "Kita melakukan pemeriksaan uji kelayakan angkutannya. terhadap angkutan bus baik itu dalam provinsi (AKDP) maupun keluar provinsi (AKAP)," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Dedi menjelaskan, pemeriksaan angkutan itu dilakukan mulai dari standart bus, apakah ada alat pemecah kaca atau palu, tabung hydrant kecil, dan kotak obat, yang merupakan sesuai dengan standar bus. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan sejumlah surat kendaraan. "Ini untuk memastikan kesiapan kendaraan dan kru bus dalam mengantisipasi natal dan tahun baru, yang sebelumnya telah dilakukan pada terminal lain di wilayah provinsi Banten," jelasnya.

Adapun hasil pemeriksaan kelayakan bus di TTM, Dedi menambahkan, dari jumlah 15 kendaraan yang diperiksa oleh petugas ada 8 kendaraan yang ditemukan bermasalah. Untuk itu, pihaknya telah meminta Perusahaan Otobus (PO) untuk segera memperbaiki masalah yang ditemukan. "Untuk kendaraan yang bermasalah kami telah menghimbau untuk memperbaiki sesuai kesalahannya. Bus yang belum dinyatakan layak tidak mendapatkan stiker," tambahnya.

Dedi menegaskan, kegiatan pemeriksaan kendaraan dan tes urine oleh Dinkes dan BNN bertujuan agar masa libur natal dan tahun baru 2017 berlangsung kondusif sehingga para penumpang bisa berpergian dengan nyaman dan aman. "Kita harus memastikan bahwa, kendaraan dan supir dalam keadaan yang fit untuk mengemudi," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Banten, Yaya suriadijaya mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan tes urine kepada sejumlah pengemudi bus. Pemeriksaan kesehatan diantaranya gula darah, tekanan darah, amphetamine urine atau nerkoba dan alkolohol respirasi.

"Ada sebanyak 25 kru bus secara bergantian melakukan pemeriksaan, dan dari hasil pemeriksaan kita tidak temukan adanya kru bus yang bermasalah. Hanya 2 orang yang terindikasi tekanan darah tinggi," katanya.

Lebih lanjut, Yaya mengungkapkan, tes urine yang dilakukan itu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor kesalahan supir atau human eror akibat adanya dugaan mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang.

"Kalau pengemudinya sendiri menggunakan narkoba, ini bisa membahayakan penumpang. Jika benar-benar positif mengkomsumsi Narkoba maka kami meminta kepada pihak perusahaan atau dinas yang terkait untuk segera mengganti nya dan selanjutnya kami proses secara hukum," ungkapnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh