Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Tsunami dan Bencana Industri Mengancam


CILEGON - Kota Cilegon menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang rawan akan bencana. Bahkan, bencananya yang berpotensi terjadi di Kota Cilegon bukan hanya satu melainkan ada beberapa bencana yang dinilai harus diwaspadi adalah tsunami dan bencana gagal teknologi industri.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon Rasmi Widyani mengatakan, semua orang pastinya tidak menginginkan bencana alam maupun bencana lainnya terjadi. Namun, antisipasi menghadapi ancama bencana harus selalu disiapkan. Apalagi Cilegon potensi bencananya cukup lengkap, baik bencana alam maupun bencana kegagalan teknologi.

"Bencana alam yang berpotensi ada tsunami karena letaknya tidak jauh dari perairan yang rawan, banjir juga berpotensi terjadi di tengah kota, tanah longsor karena adanya beberapa wilayah Cilegon yang masih berbukit, gunung meletus karena letak geografis Cilegon sangat berdekatan dengan Anak Gunung Krakatau, dan angin kencang juga berpotensi," kata Rasmi usai melakukan Sosialisasi Finalisasi Rencana Kontijensi Menghadapi Ancaman Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang Mengakibatkan Bencana Industri di Kota Cilegon di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Rabu (20/12).

Menurut Rasmi, dari banyaknya bencana yang berpotenis, harus menjadi kewaspadaan semua lapisan masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon juga terus melakukan upaya untuk kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) ketika bencana terjadi. "Sosialisasi ini juga melibatkan industri karena di Cilegon potensi bencana gagal teknologi industri juga mengancam. Tapi, kita semua berharap tidak sampai terjadi lagi seperti pabrik yang meledak," harap Rasmi.

Banyaknya bencana yang mungkin terjadi di Cilegon, tambah Rasmi, membuat Cilegon masuk dalam 150 besar dari sekitar 500 kota atau kabupaten di Indonesia untuk peringkat potensi bencana yang terjadi. Sehingga, Kota Cilegon juga dipilih sebagai tuan rumah ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX). "ARDEX ini akan berlangsung November 201. Padahal, ARDEX ini merupakan latihan bersama negara-negara di ASEN untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang dilakukan setiap dua tahun sekali," jelasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Penerapan Rencana Siaga pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Dian Andry Puspita Sari mengatakan, Cilegon secara geografis memang berpotensi adanya bencana.

Menurut Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) Cilegon termasuk kategori tinggi rawan bencana karena letak gografis ditambah banyaknya industri berat. "Bahkan yang disampaikan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) potensi gempa bumi di Cilegon bisa mencapai 8,7 skala richter," katanya.

Dari banyaknya potensi bencana yang terjadi di Cilegon, lanjut Dian, kesiapsiagaansiagaan seluruh elemen masyarakat harus dipersiapkan sejak dini. "Dengan adanya ARDEX, juga membuat Cilegon diuntungkan untuk deteksi dini bencana dan kesiapsiagaannya.

ARDEX ini kan dilakukan bergiliran di negara-negara ASEAN setiap dua tahun sekali. Nah, yang kami minta ke BPBD Cilegon untuk menyiapkan matriks gladi untuk ARDEX sesuai dengan kondisi real yang ada di Cilegon," pintanya.

Dian menegaskan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya menggandeng BPBD Kota Cilegon bersama industri, diharap benar-benar bisa membuat penanggulangan bencana alam maupun industri bisa disiapkan secara menyeluruh. (gillang)



Beri komentar


Security code
Refresh