Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 32 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 101 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 77 | Komentar

Baca


Pasokan Ikan Berkurang 80 Persen


CILEGON - Pasokan ikan yang didistribusikan ke Kota Cilegon berkurang hingga 80 persen sejak terjadinya cuaca buruk dibeberapa wilayah di Banten. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pasokan ikan sementara ini disuplay dari luar Banten seperti Sumatera, Jakarta dan Jawa.

Staf Analisa Harga dan Pasokan Pangan, Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD) Pasar Kranggot, Jebug mengatakan selama beberapa pekan ini, nelayan di wilayah Banten seperti Karangantu, Kota Serang dan yang lainnya mengalami kesulitan melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk.

"Terkait pasokan ikan di wilayah Banten mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Biasanya satu distributor mengirim 2 sampai 3 ton sekarang hanya 2 sampai 3 kuintal perhari," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Jebug, pihaknya tidak bisa memprediksi kapan pasokan ikan di Kota Cilegon bisa kembali normal. Sebab hingga saat ini pihaknya masih mendapatkan informasi adanya potensi gelombang tinggi hingga akhir Desember mendatang. "Kalau untuk hari-hari normal pasokan ikan yang dikirim dari Serang dan Pandeglang masih mencukupi. Tapi untuk saat ini karena faktor cuaca, pasokan ikan berkurang sekitar 80 persenan," tuturnya.

Lebih lanjut, Jebug mengungkapkan akibat pasokan ikan berkurang, harga ikan juga mengalami kenaikan sekitar 15 sampai 20 persen dan kenaikan itu tidak hanya terjadi pada harga jual ikan laut, tapi juga ikan air payau. "Harga ikan secara otomatis ikut naik jika pasokan ikan berkurang. Untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, ikan dipasok dari luar Banten, seperti Jakarta, Sumatera dan Jawa," ungkapnya.

Jebug menegaskan, selain faktor cuaca buruk dan pasokan minim, kenaikan harga ikan juga dapat dipengaruhi oleh hari-hari besar keagamaan, seperti Maulid, Natal dan hari pergantian tahun. "Sekarang harga ikan yang tadinya Rp23 ribu sekarang bisa mencapai Rp 28 ribu dan itu terjadi pada semua ikan. Ini juga dipengaruhi oleh hari-hari keagamaan, akibatnya segala jenis sembako termasuk ikan mengalami kenaikan," tegasnya.

Sementara itu, Penjual ikan di Pasang Kranggot, Solihan mengatakan kelangkaan ikan laut di pasaran sudah terjadi sejak terjadinya cuaca buruk di sejumlah daerah di wilayah Banten. Cuaca buruk itu menyebabkan nelayan tidak melaut yang berimbas pada pasokan ikan dipasaran. "Kurang lebih satu mingguan. Kata nelayan mereka gak bisa kelaut karena cuaca, ombak dan anginnya cukup kencang," katanya.

Menurut Solihan, saat ini pasokan ikan laut hanya beberapa jenis ikan tongkol yang dipasok dari nelayan Karangantu, Kota Serang. Sedangkan jenis ikan kembung dan layang sudah sulit didapatkan. "Padahal kalau bulan mulud, kembung paling banyak dibeli masyarakat," ujarnya.

Solihan mengungkapkan, lantaran sedikitnya pasokan ikan laut dari nelayan, penjual ikan di Pasar Kranggot banyak yang mulai beralih menjual ikan air payau sepeti Bandeng. "Ikan bandeng kita jual Rp 28 ribu perkilogramnya, padahal minggu kemarin masih Rp 25 ribu. Dari pada kita gak dapat pemasukan makanya kita jual ikan yang mudah didapat," ungkapnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh