Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 497 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 611 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 489 | Komentar

Baca


APBD Perubahan 2017 Naik * Banggar Tetap Berikan Cacatan


CILEGON – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dalam sidang paripurna dewan, Senin (2/10).

Dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan APBD Perubahan 2017 mengalami kenaikan sebesar 8,42 persen dari Rp 1.858.089.690.986. Untuk belanja daerah juga naik sebesar 6.60 persen dan dari sisi defisit anggaran turun sebesar 7,56 persen.

"Pendapatan yang pada APBD sebelumnya sebesar Rp 1.713.809.477.696 naik sebesar Rp 144.289.213.290 menjadi Rp 1.858.089.690.986. Belanja daerah Rp 1.933.709.959.786 naik sebesar Rp 127.674.942.702 menjadi Rp 2.061.384.902.488. Sementara untuk defisit dari Rp 219.900.482.090 turun sebesar Rp 16.614.270.588 menjadi Rp 203.286.211.502," kata Ketua Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Cilegon Isro Mi'raj usai memberikan sambutan dalam sidang paripurna DPRD Kota Cilegon, Senin (2/10).

Isro mengungkapkan, kendatipun mengalami kenaikan, Banggar DPRD Kota Cilegon tetap memberikan cacatan dan rekomendasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Catatan tersebut adalah Pemkot Cilegon melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus menaikan potensi pendapatan serta mensterilkan pos-pos pembiayaan yang dinilai tidak penting dan rasional.

"Kami tetap memberikan catatan atas APBD Perubahan 2017, diantaranya adalah dua hal. Pertama, Pemkot Cilegon harus menaikan potensi pendapatan dan berikutnya adalah mensterilkan pos-pos pembiayaan yang tidak penting," ungkapnya.

Isro menjelaskan, setiap OPD harus mampu meningkatkan potensi pendapatan. Sebab, dengan jumlah pembiayaan yang setiap tahunnya bertambah maka harus diimbangi dengan pendapatan yang besar dari setiap OPD.

"Memang sekarang tercapai pendapatan sebesar 129 persen yang masuk dari tahun yang lalu, tapi ini terus kami pacu terkait pendapatan, khususnya dengan masuknya investasi, pendapatan Cilegon semakin baik. Kita ketahui semakin tahun belanja semakin banyak dan diharapkan diimbangi dengan besarnya pendapatan," jelasnya.

Ditambahkan Isro, sementara untuk sterilisasi pembiayaan OPD harus mampu mengefisienkan anggaran pembiayaan seperti rapat dan perjalanan dinas. Hal tersebut dinilai tidak terlalu bersentuhan dengan kepentingan masyarakat. "Pos-pos belanja yang tidak terlalu urgensi dan yang tidak terlalu bersentuhan dengan masyarakat sepertia acara rapat - rapat dan perjalanan dinas keluar harus kembali dirasionalisaikan sesuai dengan kebutuhan," imbuhnya.

Sementara itu, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, pemerintah sudah mengurangi pos anggaran dengan mengefienkan berbagai pembiayaan, karena jika tidak dikurangi maka akan terjadi kembali penambahan devisit.

"Jika efisiensi pos anggaran kita biaya transfer dari pusatnya berkurang, maka kita efisienkan juga. Tidak mungkin pusat sudah alokasi dan pusat tidak mengefisienkan kita akan defisit. Jadi sama-sama, jika sudah dialokasi tidak diefisienkan maka tidak cukup," katanya.

Edi menjelaskan, sementara untuk menaikan potensi pendapatan, bisa melalui maksimalisasi pajak daerah baik dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB), Hotel dan Restoran.
"Pendapatan dari pajak daerah sebanyak 43 item akan kami, salah satu contohnya adalah pajak Restoran dan Hotel," jelasnya. (mg-uri)


Beri komentar


Security code
Refresh