Crime News

Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan

News image

SERANG – Siti Marhatusholikhat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Ke...

Hukum & Kriminal | Jumat, 15 Desember 2017 | Klik: 28 | Komentar

Baca

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 255 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 274 | Komentar

Baca


Tanjung Putih Bebas Kumuh


CILEGON - Sejumlah daerah kumuh di Kota Cilegon mulai dibenahi melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Salah satu yang telah dibenahi yaitu di Lingkungan Tanjung Putih, RT 03/02, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Senin (02/10). Dimana, jalan yang dulunya rusak kini sudah rapi dipasangi paving block dan drainase, sehingga warga bisa dengan nyaman melintasi jalan tersebut.

Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Citra Mandiri, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang Mad Hasim mengatakan, program Kotaku di wikayahnya difokuskan untuk pembanguna sarana dan prasaran diantaranya dengan memasang paving block dan drainase.

"Alhamdulillah dengan adanya pemasangan paving block dan drainase ini, jalan tidak lagi becek dan jauh dari terkesan kumuh," katanya kepada Banten Raya usai melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemasangan Paving blok dan Drainase Kotaku di Lingkungan Tunjung Putih, kemarin.

Mad Hasim menjelaskan, pemasangan pavingblok dan drainase dilakukan oleh 2 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yakni KSM Mawar dan KSM Tulip juga dibantu warga yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

"Untuk secara rincinya KSM Mawar memasang paving blok sepanjang 352 meter dengan anggaran biaya Rp50 juta dan drainase sepanjang 54,78 meter dengan anggaran biaya Rp 67.840.000. Sedangkan KSM Tulip memasamg 1104 meter paving block dengan anggaran Rp 158.660.000 dan drainase sepanjang 39,96 meter, anggaranta sekitar Rp 35 juta," jelasnya.

Mad Hasim mengungkapkan, adanya program Kotaku di Lingkunagan Tunung Putih itu cukup mendapatkan respon positir. Bahkan masyarakat sangat antusias dalam  pekerjaan tersebut, sehingga masyarakat tidak sangat membantu dan bergotong royong.

"Alhamdulilah manfaatnya sangat dirasakan dari awalnya becek sekarang tidak, dari buang airs sisa cucian di buang kemana - mana sekarang sudah terbuang di drainase," ungkapnya. Sementara itu, Lurah Gedong Dalem mengatakan, Alim Rahmadi menerangkan, Program Kotaku yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum,

Perumahan Rakyat dan Transmigrasi ini sangat memberikan dampak  positif bagi kemajuan masyarakat Kota Cilegon, khususnya untuk daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan. "Program ini cukup positif, terutama dalam target pada penuntasan kumuh, sesuai dengan target pemerintah dalam menyukseskan Program Indonesia Bebas Kumuh," terangnya.

Menurut Alim, setelah terlaksananya program Kotaku, masyarakat harus bisa menjaganya dengan melakukan pengawasan dan pengendalian seperti dengan pemberdayaan masyarakat agar mengatur lingkungannya sendiri sehingga tidak ada kawasan kumuh baru yang muncul.

"Dengan bantuan ini masyarakat harus ikut memelihara, sehingga fasilitas yang dibantu oleh pemerintah dijadikan milik bersama agar menjadi aset yang bisa dijaga bersama," tuturnya. Senada dikatakan warga sekitar, AR Hidayat yang mengaku, dengan adanya program Kotaku wilayahnya menjadi bersih dan sudah tidak terkesan kumuh.

Untuk itu, dirinya dan warga lainnya cukup mengapresiasi keberadaan program tersebut. "Sebelumnya dijalan ini penuh dengan bekas kelapa. Tapi sekarang sudah dibersihkan dan dibangun dengan paving block, sekarang jadi bersih dan warga juga bisa lewat sana," akunya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh