Crime News

Siswi SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan

News image

SERANG – Siti Marhatusholikhat (18), warga Kampung Cibuah, Desa Cikeusal, Ke...

Hukum & Kriminal | Jumat, 15 Desember 2017 | Klik: 28 | Komentar

Baca

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 255 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 274 | Komentar

Baca


Warga Bangun Sarana Air Bersih


CILEGON - Warga Lingkungan Sumur Jaya, RT 04/06, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak membangun sarana air bersih untuk kebutuhan warga sekitar. Hal itu merupakan realisasi dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Tamansari, Sabit mengatakan sebagai langkah jangka menengah dan panjang mengurangi dampak kekeringan sekaligus ketahanan air di Lingkungan Sumur Jaya, melalui program Kotaku dibagun Sarana Air Bersih untuk kebutuhan warga.

"Pada tahun 2017 ini Tamansari mendapatkan program Kotaku bersama 6 Kelurahan di Kota Cilegon. Alhamdulillah, disini ada dua titik, pertama KSM Lemon dibangun Sarana Air Bersih dan KSM Sirsak Drainase dan Bak Sampah," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Sabit, pembuatan sarana air bersih ini merupakan tahap awal yang berjalan di daerah tersebut. Karena kedepan pembangunan itu bisa dilakukan dengan swadaya masyarakat. Targetnya sarana air bersih bisa membantu warga Tamansari yang kesulitan air.

"Jelas sangat-sanagt terbantu, karena memang kita hidup tidak bisa lepas dari air. Apalagi air disini ada beberapa yang enak dikonsumsi dan ada juga yang tidak," tuturnya.

Sabit berharap, dengan adanya program Kotaku di wilayah Tamansari dapat membangun kebersamaan. Adapun sarana yang sudah dibangun harus bisa dijaga sebaik-baiknya, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

"Merasa gembira, pembangunannya ini dilakukan dengan kompak. Kita selalu ingatkan kepada mereka untuk dimanfaatkan dan di pelihara dengan baik. Jangan sampai mereka hanya memiliki semangat membangunnya saja," tandasnya.

Sementara itu, Lurah Tamansari Tb Edi Sugara mengatakan, pembangunan sumur pompa ini atas usulan warga karena dilokasi itu warga sekitar sering kekurangan air, terutama saat terjadi kemarau panjang.

"Manfaatnya cukup dirasakan warga, karena memang diwilayah ini saat musim kering susah mendapatkan air. Untuk itu disini kita prioritaskan pembangunan sarana air bersih ini," katanya.

Menurut Edi, setelah dibuatkannya Sarana Air Bersih di Lingkungan Sumur Jaya, masyarakat harus bisa merawatnya dengan baik. Kemudian masyarakat juga diminta untuk berembuk bersama untuk membahas persoalan pembiayaan perawatan, karena tak dibiayai dari Program Kotaku maupun pemerintah.

"Mengimbau masyarakat agar selalu dijaga. Kedepan pasti ada perawatan, ini harus dirembukan, nantinya seperti apa. Untuk biaya yang dibutuhkan bisa dilakukan secara swadaya oleh masyarakat, karena kelurahan tidak menganggarkannya," ujarnya.

Untuk diketahui, Program Kotaku adalah program pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh nasional yang merupakan penjabaran dari pelaksanaan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya tahun 2015 – 2019.

Adapun sasaran program ini yaitu tercapainya pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 Ha melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh seluas 38.431 Ha. Serta meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh