Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 38 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 78 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 105 | Komentar

Baca


Calo Tanah Hambat Proyek JLU


CILEGON
- Mega proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Cilegon yang mulai memasuki tahap pembebasan lahan dihadapkan pada masalah calo tanah. Diduga, ada beberapa spekulan tanah yang hendak membeli tanah yang akan tergerus proyek JLU.

Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mengatakan, bukan hanya calo atau spekulan tanah, bahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon ditawari untuk membeli tanah beberapa warga untuk proyek JLU. "Padahal, jika menuruti keinginan beberapa warga, maka DED (Detail Engineering DesignD) yang telah dibuat Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon akan berbelok dari jalur semula," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Iman menjelaskan, informasi terkait beberapa orang yang akan menawarkan tanah untuk JLU cukup banyak. Akibatnya, Pemkot Cilegon merasa resah. "Saya dengar sudah ada spekulan-spekulan tanah. Ada yang sudah membebaskan lahan, bahkan sudah ada yang minta untuk dibelok-belokan. Lantaran kalau tidak dibelokkan, tanah yang mereka beli tidak akan laku," jelasnya.

Menurut Iman, dirinya saat ini waspada terhadap oknum calo tanah yang mengatasnamakan Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi untuk membeli tanah warga, sehingga pihaknya melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui proses pembebasan lahan JLU sesuai mekanisme yang berlaku. "Saya sudah kumpulkan para pemilik lahan. Saya katakan jika ada yang mengaku-ngaku atas nama saya, jangan dipercaya dan laporkan saja," tuturnya.

Diterangkan Iman, proyek JLU yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Cilegon 2016-2021, pada tahun 2017 hanya untuk pembebasan lahan. Tujuan utamanya untuk membuka akses di Cilegon utara dan ke depan dikoneksikan dengan industri padat karya sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di Kota Cilegon. "Saya bekerja bukan untuk konglomerasi, melainkan untuk kepentingan masyarakat Cilegon jadi tidak benar kalau ada yang beli tanah mengatasnamakan saya," terangnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, jika memang ada spekulan tanah yang akan membeli tanah warga sebelum pembebasan lahan untuk proyek JLU disayangkan olehnya. Dirinya juga baru mengetahui adanya spekulan tanah.

Ia meminta Pemkot Cilegon untuk menindak tegas spekulan tanah yang meresahkan. "Pemkot harus menyikapi spekulan tanah dengan tegas, apalagi kalau ada aparatur sipil negara yang terlibat di dalamnya. Ini bisa membuat anggaran membengkak kalau memang ada spekulan tanah," katanya. (gillang)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir