Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 392 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 493 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 396 | Komentar

Baca


Warga Minta Harga Pembebasan JLU Transparan


CILEGON –
Ratusan warga Kota Cilegon yang lahannya terkena dampak pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon supaya transparan dalam memaparkan harga pembebasan lahannya. Hal itu terungkap saat Pemkot Cilegon menggelar Sosialisasi Pengadaan Pembangunan JLU Kota Cilegon di Hotel Grand Mangku Putra (GMP), Kamis (18/5).

Tampak hadir, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Sari Suryati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Ratu Ati Marliati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon Nana Sulaksana, dan jajaran lainnya.

Saat dibukanya prosesi tanya jawab, warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Sukandi memohon kepada Pemerintah Kota Cilegon supaya pihak kelurahan hingga instansi terkait lainnya mampu transparan dalam pembahasan harga pembebasan lahan warga yang terkena dampak penggusuran.

"Kami begitu menyambut pembanguna JLU ini, namun tolong jangan menimbulkan rasa curiga kami dalam mengetahui harga pembebasan lahan sendiri. Kami harap bisa dipaparkan berapa harga untuk tanah kosong, tanah yang ada tanamannya, tanah pinggir jalan tol, dan lain sebagainya. Sehingga kami tahu juga proses negosiasinya," katanya, kemarin.

Ketua Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kota Cilegon, Ali menanyakan bagaimana nasib para Kelompok Tani (Poktan) yang lahannya terkena gusuran pembangunan JLU. Ia ingin mengetahui jawaban dari Pemerintah Kota Cilegon, apakah lahan tersebut harus dibebaskan keseluruhan atau dapat disisakan beberapa meter.

"Mungkin pembebasan lahan JLU ini tidak sedikit yang dibutuhkan, terutama pada lahan pertanian. Selain itu, saya harap Pemerintah Kota Cilegon juga bisa mengadakan CSR (Corporate Social Responsibility) bagi petani yang terkena gusuran," jelasnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi menjanjikan, Pemerintah Kota Cilegon tidak akan pernah merugikan warganya, apalagi bermain uang dalam pembangunan JLU tersebut. Setiap proses yang dilaksanakan tentu akan disosialisasikan secara transparan dihadapan warganya.

"Sosialisasi secara teknis akan dilakukan oleh masing-masing kelurahan, dan pembangunan JLU ini tiada lain untuk warga Kota Cilegon sendiri. Dimana, kami akan menjadi JLU sebagai pusat industri padat karya, yang memerlukan investasi kecil, namun hasil pendapatannya lumaya besar, sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan tercipta seperti JLS (Jalan Lingkar Selatan)," terangnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati menambahkan, proses appraisal sendiri akan mendatangkan langsung dari tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terpercaya. Sehingga yang turun ke lapangan untuk melakukan proses appraisal bukanlah Pemerintah Kota Cilegon.

"Nanti tim KJPP akan memberikan hasil penilaiannya kepada kami sebagai dasar penentuan negosiasiasi harga pembebasan lahan kepada pemilik tanah. Pastinya juga kami akan undang pemilik tanah untuk duduk bersama kembali menentukan titik temu harga pembebasan lahan," katanya. (wulan)


Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir