Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 38 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 78 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 105 | Komentar

Baca


Perwal Pemberian TPP Dievaluasi


CILEGON
- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon melakukan evaluasi terhadap Peraturan Walikota (Perwal) tentang Pemberian Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP). Evaluasi tersebut dilakukan lantaran masih ditemukannya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang melakukan kecurangan absensi.

Kepala BKPP Kota Cilegon, Mahmudin mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap penerapan perwal tentang pemberian TPP. Evaluasi dilakukan setelah tiga bulan perwal tersebut berjalan. "Berdasarkan evaluasi, masih ada kecurangan yang dilakukan sejumlah ASN, dalam mengisi absensi tersebut," kata Mahmudin kepada Banten Raya, kemarin.

Dijelaskan Mahmudin, dirinya sering melihat adanya ASN yang jarang apel pagi, tapi ketika dilakukan pencocokan data finger print ternyata absensi ASN yang dimaksud penuh. Dirinya juga mengimbau kepada ASN agar tidak bermain-main dengan absensi atau titip absen. "Kasihan loh dosanya sama yang menitip dengan yang dititipi. Jujur dimulai dari diri sendiri," jelasnya.

Menurut Mahmudin, indikasi kecurangan tersebut berdasarkan sampel yang dilakukan di lingkungan Setda Kota Cilegon, khususnya pada saat apel pagi dan saat apel Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) atau Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN). Adanya sejumlah ASN yang tidak hadir, tetapi mengisi absen membuat dirinya resah. "Sampelnya di Setda, ada eselon III yang tidak pernah ini, tidak pernah itu, tapi ternyata pas saat pencocokan (absensi) ada semua. Begitu juga dengan absensi manual, ada semua," tuturnya.

Mahmudin menambahkan, dirinya mengaku akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat apel pagi. Hal itu dilakukan untuk menelusuri kebenaran dari absensi yang diberikan oleh seluruh OPD. Sebelumnya, dirinya selaku Kepala BKPP juga pernah melakukan apel pagi di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).

"Kami tetap, nanti akan sidak, dengan kehadiran yang katanya 100 persen itu akan kami tongkrongin. Kapan waktunya? Nanti kami jadwalkan. Kami akan monitor OPD-nya. Banyak (ASN diduga curang -red) dan menyebar di beberapa OPD. Saya tidak begitu tahu untuk yang diluar lingkungan Setda, tapi penglihatan saya di Setda saat apel," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Cilegon Epud Saefudin mengaku, jika memang terdapat indikasi pelanggaran absensi, maka pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kami dalam hal ini sebagai pengawas internal, jadi dari SKPD terkait dulu yang menemukan hal itu. Jika benar indikasi itu (pelanggaran absensi -red), nanti ya kami sesuaikan dengan aturan untuk sanksinya seperti apa. Nanti kami tindaklanjuti itu," katanya. (gillang)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir