Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 612 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 421 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 531 | Komentar

Baca


Makam Bukan untuk Disembah


CILEGON
– Sudah hampir tujuh tahun pekerjaan sebagai juru kunci makam mendiang buyut Imang ini diemban oleh Abah Usman. Makam buyut Imang sendiri terletak di Lingkungan Pecek, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang.

Abah Usman sudah terbiasa merawat bahkan memandu para peziarah yang datang selama 24 jam ke makam buyut Imang itu. Ia selalu memberikan amanat kepada para peziarah, supaya jangan pernah datang untuk menyembah kepada makam orang yang sudah meninggal, melainkan ia ingin para peziarah berikhtiar selalu meminta kepada Allah SWT dan tetap mengirimkan do'a kepada orang yang sudah tiada sesuai dengan syariat agama Islam, sehingga makna dari wisata religi atau berziarah tersebut tidak disalah artikan.

"Saya hanya ingin para peziarah tidak menyembah makam, tapi sebatas mengirim do'a saja kepada orang yang sudah meninggal. Sebab, manusia kodratnya hanya boleh meminta pertolongan kepada Alla SWT saja," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Makam buyut Imang memang belum terlalu dikenal oleh masyarakat lokal Kota Cilegon sendiri, namun makam tersebut sudah melambung ketenarannya pada masyarakat luar Kota Cilegon. Hal itu terbukti, saat Abah Usman menerima peziarah yang kebanyakan datang dari luar Kota Cilegon.

"Makam buyut Iman tidak terkenal seperti makam ternama lainnya yang ada di Provinsi Banten. Tapi peziarahnya sudah banyak yang datang dari luar Kota Cilegon, seperti Lampung, Jakarta, Medan, Cirebon, dan lain sebagainya," ucapnya.

Makam buyut Imang sengaja dibuka selama 24 jam, lantaran melihat antusias para peziarah yang senang dengan wisata religi. Bagi Abah Usman, hal tersebut tidaklah menjadi persoalan baginya. Ia dengan senang hati akan memandu para peziarah yang datang. "Alhamdulillah dalam tahun 2017 ini saja, sudah ada ratusan peziarah yang datang dan kebanyakan dari luar Kota Cilegon. Akses menuju ke makam buyut Imang juga tidaklah sulit, lantaran bisa diakses oleh kendaraan roda dua maupun empat," terangnya.

Kepribadian mendiang buyut Imang, lanjut Abah Usman, selalu menunjukkan kewibawaan yang baik dan tidak pernah sombong meskipun ia sudah memiliki ilmu yang tinggi. Cara berpakaiannya juga tidaklah mewah, namun selalu terkesan tidak seperti ulama pada umumnya.

"Mendiang buyut Imang selalu dibilang orang yang aneh. Ia merupaka ulama yang berilmu tinggi, namun cara berpakaiannya tidaklah seperti ulama. Sebab, ia selalu menerapkan prinsip ilmu padi, yakni semakin berilmu semakin merunduk. Selama hidupnya juga, mendiang buyut Iman selalu disegani masyarakat sekitar," katanya. (WULAN AMALIA)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir