Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 392 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 493 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 396 | Komentar

Baca


Rencana Kenaikan Tarif Kapal Diprotes


CILEGON
- Penumpang kapal yang menggunakan jasa Pelabuhan Penyeberangan Merak mengeluhkan rencana kenaikan tarif Kapal Motor Penumpang (KMP) lintasan Merak-Bakauheni pada pekan depan. Kenaikan tersebut dianggap memberatkan para penumpang kapal.

Diketauhi sebelumnya, perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sudah melakukan sosialisasi rencana kenaikan tarif kapal kepada pengusaha kapal dan operator penyeberangan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak.

Sopir truk ekspedisi, Kery Setiawan mengaku keberatan dengan rencana kenaikan tarif kapal untuk jalur lintas penyeberangan Merak-Bakauheni. Kenaikan tarif yang mencapai 14 persen dianggapnya memberatkan pengemudi.

"Kalau ongkos kapal naik, tentunya kita akan menaikkan ongkos jalan. Tapi, kita kan hanya membawakan barang saja, orang yang barangnya kita muat belum tentu mau menambah ongkos jalan," keluh pengemudi truk yang biasa mengantarkan barang dari Jawa Tengah ke Palembang ini kepada Banten Raya, kemarin.

Dijelaskan Kery, jika para pengusaha tidak mau menaikkan ongkos jalan buat para sopir, tentu kenaikan tarif kapal sangat memberatkan masayarakat kecil seperti dirinya. Ditambah lagi, beberapa waktu lalu pemerintah juga menaikkan tarif dasar listrik (TDL). "Apa-apan naik, kita hidupnya semakin berat tentunya. Kalau bisa jangan naik dulu," jelasnya.

Senada disampaikan sopir truk lainnya, Teguh. Dirinya biasa membawa buah atau cabai dari Jawa Tengah menuju ke beberapa kota di Pulau Jawa. Saat ini, kendaraan yang dikemudikannya termasuk dalam kendaraan barang golongan V yang tarif kapal atau penyeberangannya mencapai Rp 590 ribu.

Jika harus naik menjadi Rp 644 ribu tentunya membuat dirinya harus bisa lebih irit dalam mengoperasionalkan kendaraanya. "Saya biasanya bawa salak ke Palembang itu ongkosnya Rp 7 juta, kalau cabai ke Metro itu ongkosnya Rp 5 juta. Kalau jadi naik, mungkin kita juga akan menaikkan ongkos jalan itu," ucapnya.

Penumpang pejalan kaki, Iska Dwi mengaku tidak begitu merisaukan dengan rencana kenaikan tarif kapal. Namun, dirinya meminta pelayanan di atas kapal untuk diperbaiki lagi dan jadwal pelayaran bisa lebih dipercepat.

Dirinya sering menggunakan moda transportasi laut dari Merak menuju Bakauheni karena dirinya bekerja di Merak dan rumahnya di Kalianda. "Kalau naik cuma Rp 2 ribu tidak begitu masalah, tapi pelayanan seperti kebersihan, waktu berlayar dan keramahan kru kapal perlu ditingkatkan," terangnya.

Sementara itu, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, saat ini rencana kenaikan tarif kapal baru disosialisasikan kepada pengusaha kapal dan pengurus penyeberangan truk. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak juga akan melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk di beberapa titik dalam

Pelabuhan Merak agar para penumpang pejalan kaki maupun penumpang kendaraan mengetahui kebijakan baru dari Kemenhub tersebut. "Sebelum Senin (15/5) kita tentu akan memasang spanduk untuk sosialisasi," kata Mario.

Diterangkan Mario, terkait rencana kenaikan tarif kapal tersebut, dirinya juga tidak mengetahui kenaikan tariff usulan dari pihak mana. Namun diakuinya, kenaikan tariff lantaran biaya operasional penyeberangan setiap tahunnya bertambah. "Operasional kapal bertambah, dari beberapa item seperti biaya docking, gaji pegawai dan lainnya," terangnya. (gillang)


Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir