Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 612 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 421 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 531 | Komentar

Baca


Ati Minta DPWKel Segera Dilaksanakan


CILEGON -
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati meminta kepada setiap kelurahan yang belum memulai pelaksanaan program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) tahun 2017 supaya segera merealisasikannya. Aparatur kecamatan, kelurahan hingga Kelompok Masyarakat (Pokmas) juga diminta untuk melaksanakan program DPWKel sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditentukan.

"Saya inginnya tidak boleh ada lagi kelurahan yang masih sibuk pembangunan DPWKel pada tri wulan keempat. Semua harus diselesaikan pada tri wulan ketiga. Sebab, pada tri wulan keempat akan kita bahas bagaimana evaluasi pembangunannya dan penyerepan anggarannya," kata Ratu Ati Marliati kepada Banten Raya, Senin (8/5).

Dijelaskan Ati, program DPWKel yang menjadi program unggulan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam mempercepat pembangunan seharusnya sudah mulai dilaksanakan sejak triwulan kedua hingga ketiga. "Sebab memasuki tri wulan keempat, pihaknya hanya ingin fokus dalam mengevaluasi program DPWKel itu sendiri," jekasnya.

Menurut Ati, pelaksanaan progam DPWKel sebenarnya hampir sama dengan program pola padat karya yang kini telah dihapus, sehingga aparatur kecamatan, kelurahan, dan Pokmas sudah tidak perlu lagi bingung dalam pelaksanaannya. "Karena ini program perdana, mungkin pihak kelurahan masih ada yang sibuk mempersiapkan verifikasi dan pencairan. Jadi pelaksanaan tidak serentak. Melihat pengalaman program pola padat karya, sebenarnya hampir sama dengan DPWKel dan tidak ada tingkat kesulitannya," tuturnya.

Terkait adanya pengawasan dari Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Ati menyarankan kepada pihak kecamatan, kelurahan, maupun Pokmas tidak perlu khawatir.

Melainkan harus disambut dengan baik pengawasan tersebut. "Kenapa harus ditakutkan dengan adanya pengawasan dari TP4D Kejari Cilegon. Hal itu justru positif untuk mengetahui perkembangan pembangunan sudah sejauh mana, tepat waktu atau tidak, bagaimana kualitasnya," ucapnya seraya mengapresisasi kepada pihak kelurahan yang sudah mulai melaksanakan program DPWKel tahun 2017 ini. "Saya mengapresiasi kelurahan yang sudah mulai melaksanakan program ini (DPWKel-red)," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Lurah sekaligus Lurah Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Tafriji mengatakan, pihaknya hanya akan mengundang TP4D Kejari Cilegon pada saat Peletakan Batu Pertama (Pelbama) secara simbolis di salah satu kelurahan di Kecamatan Purwakarta, maupun saat ekspos program DPWKel secara keseluruhan di kecamatan setempat. "Kami hanya mengundang TP4D Kejari Cilegon sesuai Juklak dan Juknis yang ada saja. Tidak setiap Pelbama harus diundang. Sebab, undangan tersebut sewajarnya hanya saat ekspos awal dan akhir kegiatan," katanya.

Seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Purwakarta akan serentak melaksanakan Pelbama dengan waktu yang berdekatan, dan kini tinggal menunggu proses pencairan termin pertama sebesar 40 persen dari anggaran infrastruktur yang diterima. "Setiap kelurahan mendapatkan anggaran yang berbeda. Kemungkinan pekan depan kalau anggaran sudah cair akan langsung dilaksanakan Pelbama," katanya. (wulan)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir