Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 392 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 493 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 396 | Komentar

Baca


BWI Jamin Sertifikasi Tanah Wakaf


CILEGON -
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Cilegon menyelenggarakan sosialisasi tentang wakaf di Convention Hall The Royale Krakatau Hotel, Selasa (2/5) lalu.Kegiatan itu diikuti oleh seluruh camat dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Cilegon, badan amilin seperti Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan seluruh pengurus BWI Kota Cilegon. Bertindak sebagai narasumber sosialisasi, Ketua BWI Provinsi Banten Prof Dr Sahuri dan Pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cilegon Bazzar.

Ketua BWI Kota Cilegon Moch Nadjib mengatakan, sosialisasi wakaf bertujuan memberikan informasi terkait pengertian wakaf dan fungsi BWI sekaligus program kerja yang menjadi prioritas BWI yaitu membantu pembaharuan nadzir (pemelihara atau pengurus harta wakaf-red), membantu ruislag (penggantian atau pembebasan-red) tanah wakaf, dan membantu sertifikasi tanah wakaf termasuk biayanya. "Makanya seluruh camat dan kepala KUA kami kumpulkan untuk mendata tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat," katanya kepada Banten Raya, Kemarin.

Nadjib menyatakan, tanah wakaf yang belum bersertifikasi akan diurus pembiayaannya oleh BWI. "Kami menggandeng BPN soal ini (sertifikasi tanah-red), kebetulan lagi ada pengurusan sertifikasi tanah wakaf secara gratis dari BPN. Ya kita harus manfaatkan secara maksimal kesempatan baik ini. Makanya dengan sosialisasi, kami akan maksimalkan sertifikasi bagi tanah wakaf yang belum bersertifikat," akunya.

Untuk persoalan ruislag dan penggantian nadzir, lanjut Nadjib, tentu harus diurus dengan baik dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. "Kalau nadzirnya sudah meninggal dunia ya idealnya harus segera diganti dengan yang baru dan itu harus segera diselesaikan agar tidak ada persoalan dikemudian hari. Nah kalau ruislag harus lebih baik dari sebelumnya, ini harus dikawal, karena ketentuannya memang begitu," tuturnya.

Nadjib menjelaskan, ruislag tanah, penggantiannya harus lebih luas ukurannya dari sebelumnya. "Gak boleh tanah wakaf yang kena gusuran diganti dengan tanah yang luasnya sama. Manfaatnya harus lebih besar. Kalau emang tidak lebih baik ya lebih baik tanah itu dipertahankan dan gak boleh digusur dong," terangnya.

Selain mengurusi sertifikasi, nadzir dan ruislag, Nadjib mengaku pihaknya akan konsen menjalankan fungsi tanah wakaf untuk dijadikan usaha produktif atau yang dikenal dengan wakaf produktif. "Kami akan berusaha mengarahkan pengelolaan tanah wakaf agar bisa menghasilkan uang bagi umat, misalnya membangun ruko untuk disewakan atau dikelola dan sebagainya. Nah, hasilnya nanti kita saluarkan kepada masyarakat dhuafa baik secara langsung maupun para amilin yang kami undang dalam kegiatan sosialisasi wakaf," jelasnya.

Untuk itu, Nadjib sangat mendorong upaya pendirian Bank Wakaf di Indonesia. "Kalau sudah ada bank-nya tentu menyimpan sertifikat tanah wakaf jadi lebih aman. Dan hasil dari wakaf produktif dapat terkelola dengan baik dan aman tentunya. Intinya kami berharap untuk semua kebaikan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT," ucapnya. (danang)



Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir