Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 163 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Sail to Krakatau Harus Diakui Dunia Internasional


CILEGON
- Keberadaan objek wisata alam di Kota Cilegon memang sangat minim dan cukup memprihatinkan. Hal itu mendorong tekad Fredi Indradi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cilegon untuk terus mendorong objek wisata buatan menjadi daya tarik wisatawan dan mampu meningkatkan perekonomian di Cilegon.

Pada April ini, dalam rangka memeriahkan hari jadi Kota Cilegon ke-18 yang sekaligus ditetapkan sebagai bulan kunjungan wisata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, pria yang menjabat Manajer Hotel Sari Kuring Indah (SKI) ini tengah disibukkan dengan tanggung jawab barunya sebagai ketua tim pelaksana event wisata Sail to Krakatau. Yang mana, event tersebut merupakan bagian dari paket wisata buatan yang ditawarkan kepada masyarakat.

"Saya sebenarnya hanya dipercaya untuk memimpin Sail to Krakatau. Tapi sebagai orang pariwisata saya merasa harus mempromosikan pergelaran musik bersama Ari Lasso, Festival Pencak Silat dan Golok Day serta Cilegon Ethnic Carnival (CEC) yang dilaksanakan serangkaian dengan Sail to Krakatau. Karena semua event itu milik Cilegon," katanya, kemarin.

Untuk Sail to Krakatau, lanjut Fredi, akan dilaksanakan pada Minggu (30/4) siang sekira pukul 13.15 WIB dengan meeting point pukul 12.30 WIB dan berangkat melalui dermaga 2 pelabuhan Merak. "Paginya ada Festival Pencak Silat dan Golok Day. Jadi wisatawan bisa menikmati event silat dulu, Baru siangnya berlayar selama 8 jam bersama kami. Kalau untuk CEC dilaksanakan pada sehari sebelumnya Sabtu (29/4) dan pergelaran musik itu ada di hari Jumat (28/4)," ujarnya.

Fredi menjelaskan, keempat event itu sengaja dilaksanakan pada akhir pekan dan waktunya berdekatan atas permintaan pengusaha hotel di Cilegon. "Kami perlu mendengarkan aspirasi dari siapapun. Karena pada tahun lalu event-event itu waktunya agak berjauhan. Sehingga tidak terlalu banyak wisatawan yang menginap di hotel dan belum tentu juga bisa menikmati semua rangkaian event," jelas pria yang juga aktif di Forum Kota Sehat Cilegon ini.

Khusus Sail to Krakatau, Fredi mengungkapkan, pihaknya telah menyediakan 1.500 lembar tiket yang terdiri dari kelas ekonomi, bisnis, cafetaria, dan Very Important Person (VIP). "Kapal yang digunakan adalah KMP Sebuku yang mampu menampung 3.000 orang penumpang. Jadi, cukup lega dan nyaman kan kalau hanya diisi setengahnya," tuturnya.

Selama pelayaran menuju Gunung Anak Krakatau, Fredi mengatakan, akan ada festival kuliner nusantara, CEC Performance, pertunjukan tarian tradisional, termasuk juga kontes foto. "Nah nanti fotonya akan diupload melalui media sosial dan akan dinilai yang terbaik. Kenapa di media sosial, harapannya supaya Sail to Krakatau bisa viral sehingga nantinya akan eksis dan diakui dunia internasional," kata pria yang juga aktif sebagai pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Cilegon ini.

Kalau untuk rute, kata Fredi, tahun 2017 ini berbeda karena nanti kapal yang ditumpangi akan mengelilingi sisi luar Gunung Anak Krakatau. "Pulangnya, akan melewati mercusuar Anyer serta menyisir pinggiran pantai kawasan industri sehingga wisatawan bisa menikmati indahnya cahaya lampu pabrik pada malam hari," katanya. (DANANG SUGIARTO )

Beri komentar


Security code
Refresh