Crime News

Tahanan Kabur Pakai Kunci Duplikat

News image

SERANG – Satu lagi tahanan Ditres Narkoba Polda Banten yang ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 11 September 2014 | Klik: 189 | Komentar

Baca

14 Mobil Rentalan Digelapkan

News image

Tangsel- Petugas Kepolisian Sektor Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap pelaku ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 10 September 2014 | Klik: 91 | Komentar

Baca

Warga Nigeria Telan Sabu Rp 3,5 Miliar

News image

KOTA TANGERANG - Tiga warga Nigeria kedapatan menelan sabu senilai Rp...

Hukum & Kriminal | Jumat, 29 Agustus 2014 | Klik: 297 | Komentar

Baca


Pemilu 2014 Dipantau Ketat


SERANG- Penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014 di Provinsi Banten akan dipantau ketat. Tidak hanya dipantau lembaga resmi seperti badan pengawas pemilu (Bawaslu), melainkan juga dipantau lembaga eksternal yang bertugas memantau penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga, setiap bentuk kecurangan atau pelanggaran yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu akan semakin sulit ditutupi. Hal itu dikatakan Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna ketika ditemui usai menerima kunjungan dari sekretariat KPU RI bersama para lembaga pemantau pemilu di kantor KPU Banten, Kota Serang, Senin (30/12). Agus mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari sekretariat KPU RI, terdapat 8 lembaga pemantau pemilu yang telah terdaftar atau terakreditasi untuk memantau penyelenggaraan pemilu di Provinsi Banten. “Ada 8 lembaga yang akan memantau penyelenggaraan pemilu di Banten, dan itu menyebar di beberapa kabupaten/kota,” ungkap Agus.

Agus merinci, untuk 8 lembaga pemantau pemilu yang akan bertugas di Provinsi Banten tersebut di antaranya jaringan pendidikan pemilih untuk rakyat (JPPR), komite independen pemantau pemilu (KIPP), pemantau pemilu untuk demokrasi (Perludem), gerakan santri nusantara (Garsantara), yayasan kemanusian ESLT, perkumpulan reclassering Indonesia, pijar keadilan dan aliansi jurnalis independen (AJI). “Tapi yang datang hari ini hanya 4 lembaga pemantau pemilu, yakni garsantara, yayasan kemanusian ESLT, perkumpulan reclassering Indonesia dan pijar keadilan. Masing-masing memiliki wilayah pantauan berbeda,” ujarnya. Agus mengatakan, dari empat lembaga pemantau tersebut, wilayah pantauannya meliputi 7 kabupaten/kota. Pijar Keadilan meliputi 5 kabupaten/kota yakni Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Untuk perkumpulan reclassering Indonesia meliputi wilayah Tangerang Raya seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel dan Garsantara untuk pantauan wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. “Kalau lainnya, kami belum dapat informasinya,” paparnya.

Agus mengungkapkan, teknis pemantauan yang akan dilakukan sebenarnya hampir sama dengan para pemantau pemilu resmi. Yakni memantau seluruh tahapan pemilu dari persiapan hingga pelaksanaan. Untuk itu, para pemantau itu harus memiliki akreditasi agar dapat memperoleh data secara akurat dari para penitia penyelenggara pemilu. “Karena, tentu saja para penyelenggara pemilu yakni KPU tidak bisa memberikan data secara sembarangan kalau tidak ada jaminan keamanan datanya. Untuk itu, lembaga pemantau pemilu itu harus sudah terakreditasi,” terangnya. Agus berharap, keberadaan para pemantau pemilu dari lembaga eksternal tersebut mampu memberikan warna positif dalam penyelenggaraan pemilu 2014. Yaitu menciptakan pemilu yang lebih jujur, adil dan transparan. “Kami berterimakasih kepada para pemantau pemilu, karena dengan ini, kami memiliki mitra yang baru untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan transparan,” jelas Agus. (ibah)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir