Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 66 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 50 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 79 | Komentar

Baca


Tersangka Bapelkes KS Bertambah


SERANG
- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Banten menetapkan tersangka baru dalam pengusutan kasus dugaan korupsi Badan Pengelola Kesejahteraan (Bapelkes) Krakatau Steel (KS) tahun 2014 senilai Rp245 miliar. Namun identitas tersangka masih dirahasiakan.

Diketahui sebelumnya Polda telah menetapkan 4 orang tersangka yaitu Manager Investasi Triyono, Ketua Bapelkes KS tahun 2012-2014 Herman Husodo, Direktur PT Novagro Indonesia Ryan Antony, Direktur PT Berkah Manis Makmur (BMM) Andigo. Berdasarkan hasil pengembangan, penyidik menetapkan 1 tersangka tambahan.

"Bakal ada tersangka baru, kita terus kembangkan. Kemungkinan juga akan bertambah hingga ke jajaran direksi," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim kepada Banten Raya, Minggu (11/2).

Menurut Karim, dari hasil penyelidikan yang dilakukannya, dalam kasus Bapelkes KS tahun 2014 senilai Rp 245 miliar, didapati kerugian negara sebesar Rp 69 miliar. Nilai itu merupakan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Nilainya cukup besar, sekitar Rp 69 miliar," ujarnya.

Lebih lanjut Karim mengungkapkan, selain bertambahnya tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bapelkes KS, berkas 4 tersangka sudah dinyatakan P21 atau lengkap. Berkas tersebut segera diserahkan ke Kejati Banten."Berkas sudah P21 semuanya (berkas milik Manager Investasi Triyono, Ketua Bapelkes KS tahun 2012-2014 Herman Husodo, Ryan Antony dan Andigo selaku pihak ketiga)," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Karim mengungkapkan bahwa pihaknya akan membagi dua tahap proses hukum. Tahap pertama penyidik akan fokus pada tindak pidana korupsi, kedua pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan yang dibidik yaitu jajaran Direksi PT KS."Kita selesaikan perkara korupsinya dulu. Baru kemudian TPPU nya, kalau TPPU ini sedikit agar ribet dan harus digali lebih dalam," tambahnya.

Dalam kasus ini diketahui bahwa PT BMM adalah perusahaan yang menerima aliran modal dari Bapelkes KS sebesar Rp 69 miliar tahun 2013. Dana modal itu digunakan usaha batu bara. Sedangkan perusahaan milik Ryan mendapat suntikan modal dari Bapelkes KS senilai Rp 208 miliar. Kerja sama ini untuk menjalankan bisnis batu bara.

Dana yang digunakan Bapelkes KS untuk modal kerja sama bisnis batu bara itu melanggar aturan. Ada larangan Bapelkes KS melakukan investasi batu bara. Namun, Herman Wisodo dan Triyono disangka menabrak larangan tersebut. Bapelkes KS bahkan kembali menyuntikkan modal kepada perusahaan milik Ryan Anthoni lainnya senilai Rp 37 miliar.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular (ponsel) Humas PT KS Vicky MRF mengaku tidak begitu mengikuti perkembangan kasus KSO Bapelkes KS. Namun, menurut dia, manajemen PT KS menyerahkan sepenuhnya langkah hukum yang dilakukan oleh Polda Banten dalam mengungkap kasus tersebut."Yang saya tau masih dalam pengembangan. Intinya kami akan mendukung polda dalam penegakan hukum," katanya singkat. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh