Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 29 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 73 | Komentar

Baca


Polda Kumpulkan Bukti


SERANG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Banten mulai menyelidiki informasi dugaan pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen ulang tenaga kerja sukarela (TKS) di Sekretariat DPRD (Setwan) Banten.

Penyidik Dit Reskrimsus sejak beberapa hari ini mulai mengumpulkan bukti-bukti atas dugaan kasus tersebut.Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Pol Abdul Karim mengungkapkan bahwa pihaknya sudah lama mengendus dugaan praktik pungli dalam rekrutmen TKS di Setwan Banten.

Namun pihaknya hati-hati dalam melakukan penyelidikan karena minim bukti. "Sudah beberapa hari kita melakukan pemantauan, bahkan kita sudah tau sebelum media memberitakan, tapi kita harus cari posisi yang pas," katanya Banten Raya, Kamis (11/1).

Menurut Karim, penyelidikan kasus dugaan pungli itu tidak bisa dilakukan dengan cepat, karena polisi harus menelusurinya terlebih dahulu. Namun polisi bisa mengembangkan kasus ini tak hanya pada pungli.

"Pas ada transaksi bisa kita lakukan penindakan. Untuk informasi kasus lain, tidak tahu saya, belum sejauh itu, karena saya masih menunggu laporannya. Itu tergantung pengembangannya, jadi tergantung dari bawah," ujarnya.

Karim menegaskan, sebagai bentuk keseriusan pihaknya dalam mengusut dugaan pungli itu, pada Kamis pagi (11/1), penyidik Reskrimsus Polda Banten telah mendatangi Sekretariat DPRD Banten untuk memantau perkembangan dugaan itu. "Iya hari ini (kemarin) penyidik kita ke sana," tegasnya.

Pantauan Banten Raya di kantor Setwan Banten, terlihat dua orang penyidik Reskrimsus Polda Banten memantau kondisi. Seorang penyidik terlihat membawa map warna merah yang bergambar logo Dit Reskrimsus. Sekitar puku 11.36, kedua penyidik itu pergi meninggalkan Kantor Setwan melalui lokasi parkir di sebelah barat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Banten AKBP Zaenudin mengaku sudah mendapatkan informasi dugaan adanya praktek pungli tersebut. Untuk itu, Polda Banten segera mengusut kasus itu dan akan menindak pelakunya."Iya kami sudah mendengarnya, kita akan dalami. Dugaan ini harus ditangai dengan serius karena dapat meresahkan masyarakat," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Zaenudin, apabila ada masyarakat yang menjadi korban dalam rekrutmen TKS di OPD mana saja, Polda Banten meminta masyarakat untuk segera melaporkannya baik kepada kepolisian maupun tim sapu bersih pungutan liar (saber pungli)."Bukti-bukti itu kita butuhkan. Jika memang ada temuan, silahkan lapor dan kita akan menindaknya dengan tegas," ujarnya.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Provinsi Banten Furqon saat dikonfirmasi mengaku tak mengetahui dan mendengar terkait kedatangan penyidik dari Polda Banten ke Kantor Sekretariat DPRD. Sebab, sejak masuk kerja pukul 08.00 hingga 16.00, dirinya berada di tempat kerjanya.

“Saya dari pagi di kantor, ada paripurna, sudah paripurna rapat dengan Pak Sekwan (Sekretaris DPRD), baru selesai tadi sekitar jam 15.00 ya. Terus jam 16.00 lewat saya keluar kantor, enggak ada, enggak ada (penyidik Polda). Saya denger berita atau apa gitu, enggak ada,” ujarnya saat dihubunngi via sambungan seluler, kemarin.

Disinggung apakah dia tidak menerima laporan dari bawahannya terkait kedapatan penyidik, Furqon juga mengaku tak mendapatkannya. “Enggak ada, enggak ada. Ke saya enggak ada, ke Pak Sekwan enggak ada, terus kasubag enggak ada juga,” katanya.

Senada diungkapkan Sekretaris DPRD Provinsi Banten EA Deni Hermawan yang juga dihubungi via sambungan selulernya. Menurutnya, tidak ada penyidik Polda Banten yang mendatangi Sekretariat DPRD Banten. “Enggak ada. Emang kaitan apa? (bertanya pada wartawan Banten Raya),” ujarnya singkat. (darjat/dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh