Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 29 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 73 | Komentar

Baca


Lelang Proyek Fisik Masih Nihil


SERANG- Meski Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) telah mengeluarkan ultimatum agar OPD di lingkungan Pemorv Banten segera menggelar lelang fisik, namun tampaknya hal itu masih belum direspon. Hingga kemarin, belum ada satu pun lelang fisik yang ditertibkan melalui unit layanan pengadaan (ULP).

Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Setda Provinsi Banten Mahdani membenarkan hal itu. "Untuk (proyek) fisik belum sama sekali. Belum ada yang masuk ke ULP," katanya, kemarin.Mahdani mengungkap, untuk lelang sendiri sebenarnya bukan tidak ada sama sekali.

Menurutnya sudah ada sekitar 10 paket yang dilelangkan dan telah selesai. Akan tetapi, lelang tersebut nilainya relatif kecil dan bersifat rutin seperti makan minum pasien rumah sakit dan panti jompo.
"Pak Gubernur kan inginnya semua paket yang besar-besar di Desember sudah dilelangkan. Sampai sekarang ini baru 10 paket yang masuk ULP. Itupun yang sifatnya mendesak seperti makan minum pasien di rumah sakit dan panti jompo. Nilainya kecil," katanya.

Disinggung soal kendala proyek fisik belum juga digelar, Mahdani mengaku karena OPD (organisasi perangkat daerah) belum selesai menyusun dokumen lelang. Alasannya, karena perlu waktu untuk melakukan survei pasar.

"Kalau kita di ULP menunggu kesiapan dokumen lelang dari OPD aja. Kalau kita prinsipnya siap melaksanakan lelang. Dokumen lelang kan yang menyiapkan OPD. (Kenapa lambat?) mereka harus survei harga dulu, sehingga butuh waktu," ungkapnya.

Sesuai instruksi gubernur, Mahdani berharap agar OPD yang memiliki proyek fisik bisa segera menyetorkan dokumen lelang. Sebab, gubernur menargetkan semua lelang fisik sudah selesai pada Maret.
"Gubernur mendorong agar disiapkan dokumennya. Maret sudah harus jalan. Pokoknya Februari sudah teken kontrak. Januari ini sudah harus pengumuman. Pak gubernur tahun ini ingin pekerjaan selesai di 30 November. Jadi 30 Desember itu tidak ada kegiatan, agar OPD punya waktu untuk persiapan lelang," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sesuai rencana umum pengadaan (RUP) jumlah pekerjaan/kegiatan di Pemprov Banten sebanyak 4.000 paket, yang meliputi pelelangan, penunjukan langsung, pengadaan langsung, dan swakelola."Ada 4.000 paket, baik fisik maupun pengadaan. Itu enggak semua lewat ULP, ada yang kecil-kecil nilainya, kayak PL-PL (penunjukan langsung)," tuturnya.

Berdasarkan pantauan Banten Raya di situ lpse.bantenprov.go.id, total baru ada lima pengedaan barjas (barang dan jasa) yang diumumkan dan telah selesai pelaksanaan lelangnya. Kelima lelang itu terdiri atas, belanja pemeliharaan taman Sekretariat DPRD Banten dengan nilai Rp 958 juta.

Belanja jasa pemeliharaan kebersihan dalam gedung perkantoran senilai Rp1,1 miliar dan belanja pemeliharaan kebersihan ruang paripurna dan musala senilai Rp 518 juta. Kemudian belanja makan dan minum pasien/panti/asrama senilai Rp 1,1 miliar serta belanja bahan baku pakai habis makan dan minum senilai Rp1,8 miliar.

Sementara berdasarkan informasi dari laman sirup.lkpp.go.id Provinsi Banten, beberapa proyek fisik yang akan dilaksanakan pada 2018 antara lain penataan Banten Lama dengan pagu anggaran Rp100 miliar di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), pembangunan ruas jalan jalan Picung-Munjul Rp59,983 miliar  di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Kemudian, proyek fisik lainnya yang dilaksanakan DPUPR yaitu pembangunan Jembatan Bogeg Rp47,783 miliar hingga pelebaran jalan existing ruas jalan Mengger-Mandalawangi Rp43,983 miliar. Seperti diberitakan sebelumnya, WH mengultimatum seluruh OPD di lingkungan Pemprov Banten untuk segera menggelar lelang barang dan jasa (barjas). Sebab, pihaknya memiliki target seluruh pekerjaan terutama fisik bisa selesai pada November.

“ULP (Unit Layanan Pengadaan)-nya lambat, ganti, kalau dinasnya lambat itu pun jadi pertimbangan kita. Kita harus bergerak cepat,” ujarnya saat menjadi inspektur upacara apel pagi di halaman Masjid Raya Al Bantani KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (8/1). (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh