Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 20 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 89 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 66 | Komentar

Baca


Pemprov Kumpulkan Manuskrip Syekh Imam Nawawi


SERANG- Rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama dnegan Universitas Islam Negeri (UIN) SMH Banten akan melakukan pencarian terhadap manuskrip karya Syekh Imam Nawawi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Banten usai melanching terjemahan sembilan kitab karya Syekh Imam Nawawi.

Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi dan kajian yang dilakukan DPK Banten yang melibatkan para ahli, jumlah karya Syekh Imam Nawawi memiliki banyak versi. Kata Ajak, untuk yang berada di kalangan pesantren, karya Syekh Imam Nawawi sebanyak 40 kitab.

“Sedangkan versi lainnya ada yang menyatakan 115 kitab, bahkan ada yang mengatakan lebih dari 150 kitab yang tersebar di Belanda, Timur Tengah dan Prancis,” kata Ajak, Kamis (14/12).
Ia mengatakan, dengan adanya terjemahan karya Syekh Imam Nawawi ini dapat memperkenalkan salah satu putra terbaik Banten yang memiliki keilmuan yang diakui oleh dunia internasional, dan karyanya masih digunakan hingga saat ini di sejumlah pondok pesantren.

“Generasi ke depan harus mengerti betul bahwa Banten pernah memiliki seorang ulama besar yang mumpuni dari segi keilmuan yang diakui oleh dunia, yaitu Syekh Imam Nawawi Albantani,” ujar Ajak.
Menurutnya, tujuan menerjemahkan kitab ini di antaranya untuk meningkatkan pelayanan bagi para pengunjung DPK Banten yang belum bisa membaca buku aslinya yang bertuliskan Arab. Dengan adanya terjemahan tersebut, maka masyarakat umum bisa menikmati karya Syekh Imam Nawawi.

“Mudah-mudahan dengan adanya terjemahan kitab ini, masyarakat Banten tahu dan bisa mengikuti jejak langkah perjuangan Syekh Imam Nawawi. Perjuangan dalam dunia literasi, agama dan akhlaknya,” ungkapnya.

Ajak juga menyampaikan bahwa saat ini DPK Banten memiliki 12 kitab terjemahan karya Syekh Imam Nawawi. Ia menilai, program menterjemahkan kitab ini akan terus dilakukan tahun 2018 mendatang.
“Saya melihat Pak Gubernur (Wahidin Halim) dan pak Wakil Gubernur (Andika Hazrumy) memiliki ketertarikan terhadap karya-karya Syekh Imam Nawawi, sehingga wajar jika kami akan melanjutkan program

menterjemahkan kitab Syekh Imam Nawawi. Tahun depan target kami lebih dari sembilan kitab karya Syekh Imam Nawawi yang diterjemahkan. Sehingga, dalam kurun waktu kepemimpinan Pak WH dan Pak Andika 40 kitab Syekh Imam Nawawi dapat diterjemahkan,” jelas Ajak.

Terpisah, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengucapkan syukur dan alhamdulilah dengan terbitnya terjemahan kitab Syekh Nawawi tersebut. Menurutnya, program menerjemahkan kitab karangan ulama Banten harus terus dilanjutkan.

“Alasannya tidak lain karena nama besar Syekh Imam Nawawi memiliki banyak makna, khususnya bagi masyarakat Banten, dan umumnya bagi masyarakat Indonesia dan masyarakat muslim dunia,” katanya.
WH mengatakan, dengan terbitanya terjemahan kitab Syekh Imam Nawawi menjadi wujud nyata dari hasrat besar Provinsi Banten untuk menghargai legacy keilmuan Syekh Imam Nawawi. “Masyarakat yang beradaban tinggi adalah masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan, untuk dikembangkan dan dibumikan supaya bias memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan manusia,” ujar WH.

Upaya Pemprov Banten untuk menerbitkan terjemahan kitab Syekh Imam Nawawi ini, lanjutnya, juga bertujuan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa-jasa Syekh Imam Nawawi yang telah berkorban lahit dan batin dalam membebaskan Banten dan nusantara dari cengkeraman penjajahan Belanda dan belenggu kebodohan. “Melalui para muridnya seperti KH Hasyim Asya’ari, KH Asnawai, KH Ahmad Dahlan dan murid-murid lainnya, Syekh Imam Nawawi mengobarkan api perubahan dan perjuangan sosial,” ungkapnya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh