Crime News

Cemburu, Suami Palu Istri

News image

SERANG - Sadis. Itulah sebutan yang tepat disandangkan kepada Dodi ...

Hukum & Kriminal | Senin, 29 September 2014 | Klik: 477 | Komentar

Baca

Warga Kedaung Gelapkan 14 Mobil Rental

News image

TANGSEL - Pelaku penggelapan mobil rental ditangkap jajaran Reskrim Polsek Me...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 27 September 2014 | Klik: 348 | Komentar

Baca

Sabu 9 Kilo Diamankan

News image

KOTA TANGERANG - Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 26 September 2014 | Klik: 186 | Komentar

Baca


Pelanggaran Perda K3 Masih Tinggi

CILEGON - Keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5/2003 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3) tampaknya masih menemui hambatan. Hal itu disebabkan karena masyarakat belum banyak yang tahu dengan perda tersebut. Akibatnya pelanggaran terhadap perda K3 yang dilakukan masyarakat masih sangat tinggi seperti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di trotoar hingga tenda hajatan dipinggir jalan.

Agar masyarakat memahami dan tidak melanggar perda K3, Pemkot Cilegon melalui dinas terkait dan satuan polisi pamong praja (Satpol pp) sebagai penegak perda melakukan sosialisasi perda K3 kepada masyarakat Jombang dan Purwakarta di aula Kecamatan Jombang, Selasa (25/9). Hadir dalam acara sosialisasi perda K3 yaitu Kasatpol PP Cilegon Noviyogi Hermawan, Camat Purwakarta Juhadi M Syukur, Camat Jombang Agus Aryadi, serta masyarakat dari kedua kecamatan.

Dalam kesempatan tersebut, Noviyogi mengatakan, perlunya sosialisasi perda K3 kepada masyarakat hingga ke tingkat kelurahan, sehingga perda K3 bisa ditegakan di Cilegon. "Selama ini masyarakat banyak yang belum tahu perda tersebut, jadi sosialisasi ini sangat tepat dilakukan secara bertahap mulai tingkat kecamatan hingga kelurahan," kata Noviyogi. Noviyogi menambahkan, sosialisasi penegakkan perda K3 cukup mendapat respon yang positif dari masyarakat. Tinggal bagaimana pengemasannya sehingga warga bisa mengikuti sosialisasi ini sampai selesai. "Warga sering tidak sampai selesai mengikuti sosialisasi ini," katanya.

Berbagai persoalan yang terus disosialisasikan, lanju Noviyogi diantaranya yaitu, penggunaan tenda hajatan dipinggir jalan, hewan ternak yang dibiarkan di alam bebas, pembuatan polisi tidur, pembuatan tanggul dan PKL."Seperti kegiatan hajatan yang dilakukan warga di pinggir jalan, pasang tendanya sering memakan sebagian jalan atau menutupi jalan, sehingga mengganggu para pengguna jalan. hal tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan dan melanggar perda," kata Novi mencontohkan.

Selain itu, lanjut Novi, pelanggaran perda K3 lainnya yang belum diketahui masyarakat adalah terkait hewan ternak yang berkeliaran tanpa diketahui pemiliknya, jelas sekali hal itu mengganggu ketertiban dan keindahan. "Semoga dengan sosialisasi ini, masyarakat dapat mematuhi perda K3, karena bagi yang sengaja melanggar ada sanksinya," kata Novi.

Sementara itu, Camat Jombang Agus Aryadi mengatakan, Kecamatan Jombang sebagai Pusat Kota Cilegon berusaha untuk mensosialisasikan secara bertahap perda nomor 5 tahun 2003 tersebut. "Memang tidak mudah, karena masyarakat belum terbiasa dengan perda K3 jadi harus diberitahukan secara bertahap dengan menggunakan pendekatan seperti yang dipahami masyarakat," jelasnya.

Agus menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melayangkan surat ke setiap kelurahan yang ada di Kecamatan Jombang untuk melakukan hal yang sama yaitu mensosialisasikan perda tersebut. "Kami juga mempersilahkan warga yang mau menggelar hajatan tapi tidak memiliki lahan karena berada di pinggir jalan, untuk menggunakan aula kecamatan," katanya. (deni)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir