Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 29 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 97 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 73 | Komentar

Baca


2018 BPJS Ketenagakerjaan Bidik 1,6 Juta Peserta Baru


TANGERANG – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Banten menargetkan dapat melindungi 1.660.542 peserta baru pada tahun ini.Deputi Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Teguh Purwanto mengatakan, sepanjang Tahun 2017 kemarin, BPJS Ketanagakerjaan Banten telah melindungi 1.237.588 peserta melalui program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua dan jaminan kematian.

Jika dirinci, tenaga kerja penerima upah (TK PU) sebanyak 817.718 peserta, tenaga kerja bukan penerima upah (TK BPU) 149.477 dan tenaga kerja jasa kontruksi (TK Jakon) sebenyak 270.394 peserta dengan jumlah pemberi 7.055 perusahaan.

“Untuk tahun 2018, target kami untuk sektor formal atau tenaga kerja penerima upah (TK PU) sekitar  1.260.432 peserta, sektor bukan penerima upah (BPU) 144.650 peserta, dan jasa kontruksi 255.460 peserta,”  ujar Deputi Direktur Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Teguh Purwanto didampingi Asisten Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten Didin Haryono disela acara rapat evaluasi kinerja BPJS Ketenagakerjaan se Wilayah Banten, di The Spring Clup, Gading Serpong Tangerang, Selasa (10/1).

Purwanto menjelaskan, guna menggenjot target yang telah dicanangkan tersebut, pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis. BPJS Ketenagakerjaan Banten akan melakukan upaya intensifikasi dan eksetensifikasi kepesertaan atau peningkatan kualitas kepesertaan baik di sektor formal, dan jasa kontruksi.

“Kami juga akan melakukan intensifikasi ke perusahaan-perusahaan yang sudah terdaftar, tetapi mungkin sebagian tanagakerjanya belum terdaftar. Kita akan melakukan itu. Dengan cara apa? Kami akan melakukan pendekatan katakanlah melakukan kerjasama dengan Pengawas Dinas Ketanagakerjaan Wilayah Banten. Tujuannya guna melakukan pembinaan supaya mereka mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke BPJS Ketanagakerjaan,” katanya.

“Sedangkan untuk menyasar peserta dari perusaah yang baru, kami sudah bekerjasama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Jadi ketika izin perusahaan mau keluar seluruh tenaga kerjanya harus terdaftar dahulu,” katanya.

Sedangkan untuk menggenjot sektor informal atau tenaga kerja bukan penerima upah, BPJS Ketanagakerjaan Banten akan melakukan pendekatan kepada para petani, nelayan, tukang ojek, dan pesantren.
“Untuk sektor informal tahun ini akan lebih serius.

Tahun lalu kita sudah mulai dan merintis menyasar pesantren dengan kami namakan BPJS Ketenagakerjaan goes to pesantren. Kenapa kami peru lindungi, karena dilingkungan pesantren itu pasti ada UMKM, ada petani, nelayan dan lainnya. Makanya kedepan kami akan lebih intensif lagi untuk melindungi mereka,” tutup Purwanto. (ismet)