Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 30 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 99 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 75 | Komentar

Baca


Pegadaian-Polda Banten Sinergi Jaga Aset Nasabah


SERANG – PT Pegadaian (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait peningkatan pengamanan dan penegakan hukum di Lingkungan Kerja PT Pegadaian.

Beberapa isi nota kesepahaman tersebut yakni tukar menukar informasi penting antara PT Pegadaian dengan Polri, pem­berian bantuan pengamanan, penegakan hukum, pendidikan dan pelatihan keamanan bagi security (satpam), dan sosialisasi.

Direktur Manajemen Aset PT Pegadaian (Persero) Ferry Febrianto mengungkapkan, adanya kerjasama dengan (Polri) ini merupakan salah satu bentuk komitmen PT Pegadaian untuk menjaga aset-aset milik masyarakat yang dititipkan di Pegadaian.

Sebab dalam menjalankan usahanya, Pegadaian wajib menjaga keamanan aset perusahaan dan barang-barang jaminan milik nasabah.Saat ini Pegadaian mengelola aset senilai Rp38,495 triliun dengan jumlah outlet sebanyak 4.397 yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kita punya data antara 2011-2013 itu risiko perampokan di Pegadaian secara frekuensi angkanya cukup naik. Kemudian dari sisi kerugian juga cukup besar. Waktu itu Pegadaian memang sudah memiliki sistem pengamanan sendiri, tetapi kita perlu ada pengamanan peningkatan, tidak hanya dilakukan sendiri namun juga kerjasama dengan Polri. Makanya kami melakukan nota kesepahaman antara PT Pegadaian dengan Polri, ini” terang Ferry Febrianto saat konferensi pers di Hotel Ultima Horison Ratu Serang, Selasa (12/12).

Bentuk kerja sama tersebut diwujudkan dengan disepakatinya dan ditandatanganinya nota kesepahaman antara PT Pegadaian (Persero) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: 05/00.05.01/2014 dan Nomor: B/03//2014 tanggal 28 Januari 2014. Kemudian dilanjuti dengan Pedoman Kerja antara PT Pegadaian (Persero) dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor

37/00.05.01/2014 dan Nomor B/14N/2014 tanggal 6 Mei 2014 perihal Peningkatan Sistem Pe­ngamanan dan Penegakan Hukum di Lingkungan Kerja PT Pegadaian (Persero). “Ruang lingkup kerjasama ini apa saja? Yang pertama  tukar menukar informasi yang bersifat rahasia baik antara PT Pegadaian dengan Polri,” katanya seraya merinci secara detail.

General Manager Pengamanan Korporasi PT Pegadaian Yul Afian menjelaskan, sebelum ada nota kesepahaman dengan Polri, perampokan di Pegadaian setiap tahunnya terus meningkat. Bahkan, kerugian yang dialami perseroannya mencapai miliaran.

Misalnya pada tahun 2011, perampokan terjadi sebanyak dua kali dengan total kerugian sebesar Rp6,7 miliar, tahun 2012 terjadi sembilan kasus dengan kerugian Rp17,5 miliar, pada tahun 2013 terjadi tiga kali kasus dengan kerugian Rp15,4 milar.

“Kemudian di tahun 2015 senilai Rp1,8 miliar dengan satu kasus perampokan dan pada tahun 2016 senilai Rp475 juta dengan satu kejadian. Sedangkan untuk Tahun 2014 dan 2017 tidak ada kejadian perampokan (zero),” katanya.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, instansinya menyambut baik nota kesepahaman yang sudah dilakukan Polri dengan PT Pegadaian ditingkat pusat. “Tentunya Polri selaku pengemban fungsi Kamtibmas dan penegak hukum menyambut baik nota kesepahaman ini.

Apalagi Pegadaian sebagai salah satu BUMN yang memberikan kontribusi bagi pemasukan APBN, selain membantu dan melayani masyarakat yang membutuhkan jasa pegadaian. Sehingga, kita harus betul-betul memberikan pengamanan yang baik terhadap kegiatan operasional dari PT Pegadaian. Baik pengamanan yang sifatnya pencegahan maupun langkah-langkah penegakan hukum,” katanya. (ismet)