Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 66 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 50 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 79 | Komentar

Baca


Sebulan, 35 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem


SERANG
- Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Serang beberapa pekan terakhir menyebabkan banyak rumah rusak yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Serang. Hampir setiap hari rumah roboh terjadi di Kabupaten Serang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang merilis sebanyak 35 unit rumah permanen di Kabupaten Serang rusak selama Januari bulan lalu. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding dengan Januri tahun 2017 yang hanya ada lima rumah yang rusak akibat bencana alam.

Dari 35 rusak tersebut, 11 unit rumah dinyatakan mengalami rusak berat (RB), 12 unit rumah mengalami rusak sedang (RS), dan 12 unit rumah mengalami rusak ringan (RR). Sedangkan pada Februari ini satu unit rumah dinyatakan mengalami rusak sedang.  “Cukup lumayan banyak rumah yang rusak tahun ini,” kata Sahadatullah, salah seorang petugas Pusat Pengendali Operasi (Pudalop) BPBD Kabupaten Serang, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (11/2).

Adapun rumah yang mengalami kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Mancak dan Kecamatan Padarincang, karena di kecamatan tersebut banyak rumah semi permanen yang kondisinya tidak layak huni. “Saat terjadi bencana kita hanya bisa memberikan bantuan logistik, sedangkan untuk perbaikan rumahnya menjadi kewenangan dinas lain,” ujarnya.

Meski banyak rumah yang mengalami kerusakan, namun petugas Pusdalop merasa bersyukur karena tidak ada satupun korban jiwa meski kejadian rumah roboh berlangsung saat malam hari. “Alhamdulillah kita tidak mencatat adanya korban jiwa, walapun bencananya ada kebakaran, banjir dan juga longsor,” tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan, petugas BPBD terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar sadar bencana, sehingga saat bencana terjadi para korban tidak panik namun sudah mengetahui apa saja yang harus dilakukan. “Relawan di desa dan kecamatan siaga 24 jam untuk memantau kejadian di lapangan yang kemudian langsung dilaporkan ke kami,” katanya.(TANJUNG)