Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 360 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 272 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 348 | Komentar

Baca


Proyek Sindangheula Diprotes


SERANG
- Sudah sebulan ini jalan Palima-Cinangka di ruas Kecamatan Pabuaran kotor oleh tanah yang berjatuhan dari mobil proyek Bendungan Sindangheula yang dikerjakan PT Hutama Karya, di Desa Paleuh, Kecamatan Pabuaran. Mobil proyek tersebut mengangkuti tanah dari Bendungan Sindangheula ke komplek lahan milik Untirta sekitar satu kilometer dari lokasi.

Jika hujan, jalan menjadi becek dan membahayakan pengguna jalan terutama pengendara motor. Dan bila kering, jalanan menjadi sangat berdebu. "Ini masyarakat sudah banyak yang protes dan laporan ke kita. Saya juga secara pribadi terganggu. Kalau ada yang terpeleset jatuh bagaimana. Tanggung jawab siapa?" kata Badri Sutyadi Satibi, anggota DPRD Kabupaten Serang dari daerah pemilihan IV.

Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Serang itu heran dengan profesionalitas PT Hutama Karya, sebagai perusahaan milik pemerintah. "Mestinya kerjanya bisa lebih profesional. Sekupnya kan perusahaan nasional. Masak mungutin tanah yang tercecer saja tidak bisa," kata Badri.

Badri mengatakan, masyarakat sangat mendukung proyek pemerintah. Apalagi Bendungan Sindangheula digadang-gadang untuk mengatasi krisis air di Kota Serang dan sebagainya. "Tapi tolong, masyarakatnya dihargai. Kalau sudah kering, itu tanah jadi gundukan-gundukan kecil. Pas dilewati mobil jadi tidak rata, seperti melewati jalan rusak. Padahal jalannya itu jalan mulus, jalan beton," tuturnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang itu berharap, PT Hutama Karya sebagai kontraktor utama bendungan bisa segera mengatasi hal itu. "Jangan sampai nanti masyarakat yang turun tangan sendiri. Pokoknya kalau zaman sekarang mah, tolong hati-hati. Masyarakat yang tenang jangan sampai diusik," katanya.

Skretaris Camat Pabuaran Edi Sumardi mengatakan, ceceran tanah di jalan Palka berasal dari truk proyek Bendungan Sindangheula yang mengangkut tanah dari lokasi proyek menuju lokasi pembangunan kampus Untirta. "Adanya kegiatan tersebut dikeluhkan oleh warga karena jika kemarau berdebu dan jika hujan licin. Kemarin ini surat pengaduannya sudah kami terima,” katanya.

Edi mengatakan, sementara ini dari kecamatan belum mengambil sikap terhadap pelaksana proyek. Namun dalam waktu dekat akan melayangkan surat teguran karena ceceran tanahnya terlalu pekat sehingga dapat membahayakan keselamatan pengendara. “Terutama bagi warga yang melintas mengendarai sepeda motor, kasihan mereka harus menghirup udara debu pekat. Belum lagi kalau hujan, tidak sedikit yang terjatuh,” katanya.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dari pihak pelaksana proyek sebetulnya sudah menempatkan petugas khusus membersihkan ceceran tanah di jalan Palka. Hanya saja jumlahnya masih sedikit. “Jumlahnya cuman empat orang. Saya rasa kalau empat orang masih kurang sehingga perlu ditambah lebih banyak lagi, terus harus mengerahkan kendaraan tanki air untuk membersihkan tanah yang masih menempel di jalan,” katanya. (fikri/purnama)

Komentar Terakhir