Crime News

Rampok BSD Tewas Ditembak

News image

TANGSEL - Anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Metro Serpong, Kota Ta...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 20 Desember 2014 | Klik: 51 | Komentar

Baca

Dicabuli Ayah & Kakak, 2 Korban Lapor Polisi

News image

CILEGON - Dua korban pencabulan berinisial PP (15), warga Pulomerak da...

Hukum & Kriminal | Kamis, 18 Desember 2014 | Klik: 218 | Komentar

Baca

2 Calo Bus Diamankan

News image

PULOMERAK - Kepolisian Sektor (Polsek) Pulomerak berhasil mengamankan dua orang ca...

Hukum & Kriminal | Kamis, 18 Desember 2014 | Klik: 148 | Komentar

Baca


Disbudpar Pertahankan Kearifan Lokal Baduy

SERANG- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten telah sukses menggelar Seba Baduy 2013 pada 18 Mei lalu. Sebanyak 1.779 warga Baduy Dalam dan Baduy Luar antusias mengikuti prosesi adat tersebut.

Kabid Pembinaan Kebudayaan pada Disbudpar Provinsi Banten Yemmelia mengatakan, prosesi Seba Baduy merupakan sebuah tradisi yang penuh dengan kearifan lokal. Untuk itu, kearifan lokal masyarakat Baduy tersebut harus terus dipertahankan. “Seba Baduy merupakan kegiatan tahunan yang memang harus terus kita pertahankan dan lakukan, karena tradisi ini penuh dengan kearifan lokal,” ujar Yemmelia, kemarin.

Yemmelia menjelaskan, Seba Baduy diibaratkan seperti lebarannya orang Baduy. Seba Baduy itu dilakukan setelah masyarakat Baduy menjalankan puasa kawaluh. Menurut Yemmelia, arti Seba yang sesungguhnya adalah silaturahmi dengan kepala daerah (bupati dan gubernur-red) yang biasa mereka sebut dengan Bapak Gede atau Ibu Gede. Dalam prosesi itu, masyarakat Baduy memberikan hasil bumi ke ke bupati dan gubernur. “Seba ini menjadi tradisi sejak zaman nenek moyang dan masih dipertahankan sampai sekarang. Maka, kita selaku generasi penerus harus terus mempertahankannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, Seba Baduy 2013 dinamai Seba Gede lantaran jumlah warga atau suku Baduy Dalam dan Baduy Luar yang mengikuti prosesi adat yang sudah menjadi tradisi sejak dulu ini, lebih banyak dari tahun lalu. Pemberian ke Ibu Gede (sebutan untuk gubernur) juga tidak hanya hasil bumi, melainkan juga peralatan dapur.

Saat prosesi Seba Baduy di pendopo, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Baduy yang telah membantu menjaga kelestarian alam sekitar, baik yang berada di sekitar perkampungan Baduy Luar maupun Baduy Dalam. Untuk itu, gubernur mengimbau kepada seluruh masyarakat di Banten untuk menjaga lingkungan dan  kelestarian alam yang ada di delapan kabupaten/kota se Banten. “Ibu (Atut menyebut namanya-red) berharap apa yang dilakukan masyarakat Baduy dalam menjaga kelestarian alam selama ini patut kita contoh. Karena dengan terjaganya kelestarian alam dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya bencana alam,” ujar Atut. (rahmat)