Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 67 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 50 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 80 | Komentar

Baca


Proyek Hutan Raya Kadubanen Dinilai Mubazir


PANDEGLANG -
Penataan Hutan Raya Terminal Kadubanen hasil permintaan Bupati Pandeglang, Irna Narulita kurang diminati masyarakat. Proyek yang menelan dana Rp688 juta itu dinilai menghambur-hamburkan anggaran. "Gak ada yang pakai. Paling yang lari pagi di situ satu dua orang, itu pun jarang digunakan. Sepi-sepi saja," kata Yayat, salah seorang pedagang asongan di Terminal Kadubanen, Kamis (1/2).

Senanda dikeluhkan Ahmad, pengunjung Terminal Kadubanen. Ia menyatakan, pembangunan penataan hutan tersebut seharusnya dilakukan di perkotaan, seperti Alun-alun Pandeglang, yang sering banyak dikunjungi masyarakat.

"Saya rasa pembangunan kurang representatif. Coba saja lihat bangunannya kurang bermanfaat atau mubazir. Seharusnya yang menjadi fokus pembangunan daerah kota yang sering digunakan masyarakat," ungkapnya.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Pandeglang, Entong Haromaen mengatakan, tidak mengetahui peruntukan proyek hutan raya Kadubanen karena tidak adanya koordinasi. Kata Entong, pembangunan tersebut juga kurang diminati masyarakat.

"Memang sekarang pembangunannya sudah selesai. Namun saat pekerjaan kemarin sempat saya stop, tidak ada koordinasi. Katanya, proyek itu digunakan untuk jogging track, tapi gitu-gitu saja belum banyak yang menggunakan," katanya.

Staf Pelaksana Bidang Tata Bangunan DPUPR Pandeglang, Ono Suryana menyatakan, tidak mengetahui digunakan atau tidaknya proyek hutan raya Kadubanen tersebut. Ia beralasan, hanya melaksanakan pembangunan sesuai permintaan bupati dan masyarakat. "Jogging track yang kami bangun sesuai usulan.

Dipakai atau tidaknya kami belum tahu. Mudah-mudahan kedepan bisa digunakan," ujarnya.Ia juga berkilah penyetopan yang dilakukan Dishub sudah selesai. "Pengerjaannya sudah selesai 100 persen. Kalau soal penyetopan oleh Dishub hanya kesalahan teknis dari pihak pengusaha, namun sudah beres," kilahnya. (yanadi)