Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 34 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Tak Bisa Jualan di Alun-alun, PKL Istigosah


PANDEGLANG
- Sebanyak 100 orang para pedagang kaki lima (PKL) yang mengatasnamakan Kelompok Pedagang Mikro Anak Indonesia (KPMAI) yang biasa berjualan di seputar Alun-alun Pandeglang, menggelar doa bersama di Tribun Alun-alun setempat, Sabtu (27/1) malam.

Dijelaskan Nurman, Koordinator KPMAI,doa bersama dilaksanakan untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT. Selain itu kata Nurman, belum lama ini Pemkab mengeluarkan larangan kami kepada PKL tidak berjualan di seputar Alun-alun Pandeglang.

"Selama satu bulan lebih kami tidak bisa berjualan sehingga kondisi para PKL sangat memperihatinkan. Maka acara istigosah ini kami lakukan disamping untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, juga diharapkan pemegang kebijakan di Pemkab Pandeglang dapat mendengar jeritan kami rakyat kecil yang saat ini butuh makan dari berjualan sehari hari untuk mencukupi kebutuhan hidup kami yang semakin terhimpit," tutur Nurman .

Nurman mengatakan, pihaknya sangat mendukung langkah dan program Bupati Irna Narulita dalam melakukan penataan keindahan kota untuk meraih Adipura yang dulu pernah diraih Pandeglang saat kepemimpinanBupati Dimyati Natakusumah.

"Kami bukan melawan terhadap kebijakan  bupati atau kepemimpinan ibu Irna dan Pak Tanto. Namun kami sebagai rakyat kecil atau anak ingin diajak bicara dari hati kehati, tidak langsung mengeluarkan kebijakan melarang kami berjualan di Alun-alun tanpa ada solusi yang tepat bagi para PKL. Pedagang kesulitan dikejar-kejar pinjaman bank keliling yang setiap hari harus dibayar. Kami yakin sebenarnya ibu bupati bijak dan mau mendengar keluh kesah kami sebagai anaknya," tandasnya.

Para PKL kata Nurman telah membuat surat permohonan untuk audiensi bisa langsung dengan bupati, sesuai apa yang sering diucapkan bupati. "Kami juga tahu birokrasi dan etika, untuk bisa bertemu ibu bupati langsung menyampaikan nasib kami pedagang kecil membuat surat audiensi itu ditolak entah kenapa.

Bahkan yang ada sepihak tanpa kami diajak bicara untuk tidak boleh berjualan di alun-alun Pandeglang. Jangankan memberikan kami modal usaha malah mematikan mata pencaharian kami sebagai rakyat kecil yang butuh kesejahteraan ekonomi. Kami yakin ibu irna mendengar dan bijak pada nasib kami," ujarnya lagi.

Sementara Camat Pandeglang, Melly Diah Rahmalia mengapresiasi acara istigosah dan menyambut harapan para pedagang kecil yang mayoritas ada warga Kecamatan Pandeglang tersebut.
"Pemkab tidak ada niatan untuk mematikan mata pencaharian para PKL, akan tetapi pemkab saat ini sedang berupaya melakukan penataan kota agar terlihat dan tertata dengan rapi khususnya Alun-alun

sebagai ruang terbuka hijau terutama dalam program atau terobosan untuk peridikat Adipura kembali.Untuk para PKL yang  biasa berjualan di Alun-alun ini, akan mencari pola agar tetap bisa berjualan dan  harus tunjukan bisa menjaga K3. Mudahan-mudahan kedepan ada solusi yang terbaik buat para PKL yang tergabung dalam KPMAI, " kata mantan Camat Kaduhejo ini. (muhaemin)