Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 34 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Dugaan Korupsi DD Bakal Naik Penyidikan


PANDEGLANG
- Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) tahun 2015 dan 2016 di beberapa desa di Pandeglang bakal disidik. Kejari Pandeglang mengaku sudah mengantongi alat bukti penyelewengan dana bantuan dari pemerintah pusat itu.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, Feza Reza menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menaikkan status perkara DD. “Statusnya akan kami naikkan ke tahap penyidikan. Secepat mungkin akan kami selesaikan sesuai dengan alat bukti yang ada," kata Feza, kepada Banten Raya, kemarin.

Feza menjelaskan, perkara dugaan penyimpangan DD yang pihaknya tangani terjadi pada tahun 2015 dan 2016. Feza enggan memberitahukan desa mana yang disinyalir menyalahgunakan dana desa. "Ada beberapa desa tersebar di beberapa kecamatan. Tunggu saja, nanti kami kasih tahu," kilahnya.

Menurutnya, penyaluran DD yang diberikan pemerintah pusat harus mendapatkan pengawasan dari semua pihak dengan harapan tidak ada kepala desa yang berani menyalahgunakannya, sehingga dana tersebut bisa digunakan sesuai dengan aturan. "Alokasi DD ini memang menjadi sorotan kami, agar semua desa menggunakannya sesuai aturan," tegasnya.

Anggota DPRD Pandeglang, Entol Supriadi mendukung, langkah Kejari untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi DD. Katanya, dengan adanya permasalahan tersebut diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua kepala desa, agar menggunakan DD sesuai aturan. “Kita serahkan semuanya kepada penegak hukum. Masalah DD harus menjadi bahan perbaikan semua desa untuk tidak melakulam tindakan yang melanggar hukum," tuturnya.

Sekadar informasi, sebelumnya Puluhan massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda Indonesia (AMPI) Pandeglang menggelar demonstrasi di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang.

Dalam tuntutannya mereka mendesak DPMPD untuk menelusuri dugaan penyalahgunaan penggunaan dana desa (DD) di empat desa yakni, Desa Cibungur, Sesepan, Sukaresmi, Kecamatan Sukaresmi dan Desa Sumur Laban, Kecamatan Angsana.  (yanadi)