Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 34 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Kejari Bakal Usut DD Empat Desa


PANDEGLANG
- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang akan turun tangan menangani kasus dugaan penyalahgunaan dana desa (DD) di empat desa di Kecamatan Sukaresmi dan Angsana. Sebelumnya, penggunaan DD di dempat desa itu diadukan oleh mahasiswa dalam demontsrasi ke Pemkab Pandeglang. "Nanti kita dalami. Apakah dugaan ini benar atau tidak," kata Kasi Pidsus Kejari Pandeglang, Feza Reza, ditemui di kantornya, Kamis (25/1)

Feza mengatakan, penyaluran DD yang diberikan pemerintah harus mendapatkan pengawasan dari semua pihak dengan harapan tidak ada kepala desa yang berani menyalahgunakannya, sehingga dana tersebut bisa digunakan sesuai dengan aturan dan peruntukannya. "DD ini cukup besar, perlu pengawasan ketat. Kami akan terus mengawalnya," tegasnya.

Untuk menghindari terjadinya penyelewengan, Feza mengimbau semua kepala desa untuk memanfaatkan DD secara bijak, dapat membuat administrasi dengan benar, dan bisa dipertanggungjawabkan. “Kalau ada indikasi atau temuan kami luruskan, karena tentunya adalah fungsi kami untuk mengawal, dan Insya Allah indikasi itu dapat diminimalisir," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Taufik Hidayat mengaku, baru mendapatkan laporan mengenai dugaan penyalahgunaan DD tersebut. Taufik berjanji akan segera turun mengecek kondisi dilapangan sesuai laporan. "Saya baru dapat informasi. Nanti kita kroscek dulu kesana untuk ditindaklanjuti apakah aduan ini benar atau tidak," kata Taufik.

Untuk menindaklanjuti laporan dugaan penyalahgunaan DD tersebut juga, Taufik akan melakukan koordinasi dengan Inspektorat untuk bersama-sama melakukan penyelidikan. "Nanti kita tanyakan ke Inspektorat. Sebetulnya, kalau lebih bagus laporannya langsung ke Inspektorat, kalau kami hanya sebagai proses pengawasan dan pembinaan, mengenai RAB (rancangan anggaran biaya). Kemudian dalam jangka satu tahun kami melakukan monev (monitoring dan evaluasi)," terangnya.

Menurutnya, jika pada saat pihaknya melakukan penelusuran dan menemukan adanya pembangunan di desa tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya, desa diminta untuk memperbaikinya. "Ya, kalau ada pembangunannya kurang, desa harus menggantinya. Contohnya, desa membangun jalan sekitar 100 meter, tapi kenyataan dilapangan hanya 80 meter, berarti harus diteruskan dan ditambah pembangunannya," ungkapnya. (yanadi)