Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 34 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 42 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Komisi III Pertanyakan Pengalihan Anggaran


PANDEGLANG – Komisi III DPRD Pandeglang mempertanyakan pengalihan anggaran untuk pembangungunan lantai 3 dan 4 Rumah Sakit (RS) Pratama, Menes ke pembangunan jalan masuk RS.

“Kami nilai jalan masuk tidak terlalu mendesak karena gedung pada praktiknya tidak akan langsung digunakan. Jalan masuk kan bisa dianggarkan dari APBD Pandeglang,” kata Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri, kemarin.

Politisi Partai Demokrat ini menyayangkan tidak diselesaikannya pembangungunan lantai 3 dan 4 tersebut. Pasalnya, anggaran negara sebesar Rp 27,5 miliar yang dialokasikan untuk banunan 4 lantai.
“Harusnya pelaksana menyelesaikan bangunan sesuai rencana awal.

Meskipun secara aturan diperbolehkan (pengalihan anggaran untuk jalan masuk-red) tidak selesainya bangunan tetap menimbulkan tanda tannya karena APBN yang digunakan itu untuk 4 lantai,” jelasnya seraya mengaku akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek tersebut.

Ditambahkan Iing, pembangunan empat lantai RS Pratama tentu hasil kajian dan disesuaikan dengan kebutuhan atau daya tampung pasien. “Kalau hanya 2 lantai, bagaimana jika pasien banyak. Tentu akan menimbulkan permasalahan baru,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pandeglang Nina Kartini mengungkapkan lantai 3 dan 4 RS Pratama tidak dikerjakan pihak pelaksana PT Himindo Citra Mandiri. Hal itu terungkap saat Nina melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan rumah sakit itu pada Senin (15/1). Proyek senilai Rp 27,5 miliar itu tidak dikerjakan pada lantai 3 dan 4 karena anggarannya dialihkan untuk pembangunan jalan utama menuju rumah sakit. (muhaemin)