Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 362 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 273 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 349 | Komentar

Baca


Penambang Pasir Bandel


RANGKASBITUNG
- Pemilik pertambangan (penambang) pasir di bantaran Sungai Ciujung, Kecamatan Cibadak membandel. Mereka tak mengindahkan surat teguran pertama yang dikirim Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak. Akibatnya, mereka dikirimi surat teguran lagi.

Isi surat masih sama, yakni perintah untuk menutup dan menghentikan aktivitas pertambangan pasir di bantaran sungai tersebut.Kepala Dinas Satpol PP Lebak Alkadri kepada Banten Raya mengatakan, bila surat teguran kedua juga tidak didengar pemilik dua lokasi pertambangan pasir tersebut, maka pihaknya akan kembali melayangkan surat teguran ketiga.“Pada surat ketiga nanti, tentu harus dilaksanakan. Karena bila masih membandel, kami yang akan langsung menurtup paksa,” ujar Alkadri, Kamis (20/4).

Menurutnya, keberadaan pertambangan pasir di bantaran sungai akan merusak kondisi sungai. Selain itu, pengerukan pasir secara terus menerus akan mengakibatkan bantaran sungai lonsor, serta bisa merusak pondasi jembatan di atas Sungai Ciujung di Jalan Soekarno-Hatta Rangkasbitung.“Seharusnya para pelaku pertambangan pasir ini memahami dampak negatif akibat aktivitas mereka mengeruk pasir di dasar Sungai Ciujung itu,” kata Alkadri.

Warga Kecamatan Cibadak Heri mengungkapkan, saat ini keberadaan dua lokasi pertambangan pasir di bantaran Sungai Ciujung yang pernah diprotes warga masih beroperasi. Bahkan surat teguran Satpol PP hingga saat ini tidak didengar para pemiliknya.

“Karena dampaknya mampu merusak tanah bantaran, serta mampu merusak pondasi jembatan, sebaiiknya pemilik pertambangan pasir itu sadar untuk menghentikan aktivitas pertambangannya,” harap Heri. (hudaya)

Komentar Terakhir