Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 208 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 260 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 226 | Komentar

Baca


Penambang Pasir Bandel


RANGKASBITUNG
- Pemilik pertambangan (penambang) pasir di bantaran Sungai Ciujung, Kecamatan Cibadak membandel. Mereka tak mengindahkan surat teguran pertama yang dikirim Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lebak. Akibatnya, mereka dikirimi surat teguran lagi.

Isi surat masih sama, yakni perintah untuk menutup dan menghentikan aktivitas pertambangan pasir di bantaran sungai tersebut.Kepala Dinas Satpol PP Lebak Alkadri kepada Banten Raya mengatakan, bila surat teguran kedua juga tidak didengar pemilik dua lokasi pertambangan pasir tersebut, maka pihaknya akan kembali melayangkan surat teguran ketiga.“Pada surat ketiga nanti, tentu harus dilaksanakan. Karena bila masih membandel, kami yang akan langsung menurtup paksa,” ujar Alkadri, Kamis (20/4).

Menurutnya, keberadaan pertambangan pasir di bantaran sungai akan merusak kondisi sungai. Selain itu, pengerukan pasir secara terus menerus akan mengakibatkan bantaran sungai lonsor, serta bisa merusak pondasi jembatan di atas Sungai Ciujung di Jalan Soekarno-Hatta Rangkasbitung.“Seharusnya para pelaku pertambangan pasir ini memahami dampak negatif akibat aktivitas mereka mengeruk pasir di dasar Sungai Ciujung itu,” kata Alkadri.

Warga Kecamatan Cibadak Heri mengungkapkan, saat ini keberadaan dua lokasi pertambangan pasir di bantaran Sungai Ciujung yang pernah diprotes warga masih beroperasi. Bahkan surat teguran Satpol PP hingga saat ini tidak didengar para pemiliknya.

“Karena dampaknya mampu merusak tanah bantaran, serta mampu merusak pondasi jembatan, sebaiiknya pemilik pertambangan pasir itu sadar untuk menghentikan aktivitas pertambangannya,” harap Heri. (hudaya)

Komentar Terakhir