Crime News

Sabu 2 Kg Disembunyikan di Celana Dalam

News image

KOTA TANGERANG – Kantor Wilayah Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Sa...

Hukum & Kriminal | Kamis, 29 Januari 2015 | Klik: 70 | Komentar

Baca

Kakak Beradik Jual Narkoba

News image

RANGKASBITUNG- Satuan Resimen Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak berhasil mengungkap jaringan pe...

Hukum & Kriminal | Rabu, 28 Januari 2015 | Klik: 110 | Komentar

Baca

Kawin Siri, Warga Lopang Dituntut 2 Bulan Penjara

SERANG - Dinilai telah bersalah melakukan perkawinan siri tanpa izin, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 28 Januari 2015 | Klik: 178 | Komentar

Baca


Banten Raya


RANGKASBITUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak berencana merujuk Supriyadi dan Ade, dua bocah warga Kampung dan Desa Bojong Cae, Kecamatan Cibadak yang mengidap lumpuh layu. Upaya itu dilakukan setelah tim medis memeriksa langsung dua bocah tersebut di rumahnya, Kamis (29/1). Hasil pem ...

LEBAK- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Maja (Gemma) berunjuk rasa di depan gerbang kantor CV Karya Mandiri, perusahaan pengolahan ban bekas yang terletak di Kampung Panaragan, Desa Pasir Kacapi, Kecamatan Maja, Kamis (29/1). Dalam aksinya, mahasiswa mendesak perusahaan itu ...
RANGKASBITUNG- Keluarga Saprudin dan Juned, terdakwa kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar kecewa atas tertundanya sidang mendengarkan saksi, kemarin. Saksi yang hendak dihadirkan sudah dua kali tidak mengindahkan pemanggilan Pengadilan Negeri Rangkasbitung.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung yang diketuai Ade Suherman akhirnya meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan pemanggilan ulang terhadap Al. Akibat ketidakhadiran AI, sidang kasus dugaan penimbunan BBM yang ke tiga di Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung yang sedianya dilaksanakan Rabu (28/1) akhirnya ditunda."Ketidakhadiran saksi Al ke PN Rangkasbitung tanpa ada konfirmasi yang jelas dan kita akan panggil paksa kalau pekan depan dalam sidang lanjutan tidak hadir lagi," ujar ketua majelis hakim PN Rangkasbitung,  Ade Suherman, kemarin.

JPU Ramos H mengatakan, pihaknhya akan memanggil ulang saksi AI. Namun jika tidak hadir kembali, maka sesuai dengan arahan majelis hakim, pemanggilan kepada yang bersangkutan akan dilakukan secara paksa."Kalau tidak hadir lagi akan dipanggil paksa dan akan melakukan koordinasi dengan kepolisian, baik Polres Lebak maupun Polda Banten karena yang bersangkutan merupakan anggota Polres Lebak," tegasnya.

Kuasa hukum terdakwa Acep Saepudin kepada Banten Raya menerangkan, kehadiran saksi Al dinilai sangat penting. Sebab, dalam kasus tersebut, kapasitas kedua terdakwa hanya sebatas pegawai Al.
Sementara, solar yang dibawa terdakwa saat terjadinya penangkapan merupakan milik Al yang merupakan aparat kepolisian."Terdakwa hanya sopir dan kernet atau pegawai. Bosnya yakni saksi Al. Anehnya, kenapa dalam perkara ini Al juga tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik. Bukan cuma itu, ada peran lain dalam kasus ini, yaitu tangan kanan Ma yang ditetapkan daftar pencarian orang (DPO)," jelasnya.

Untuk itu Acep berharap, Al bisa dihadirkan ke persidangan. Karena, kliennya hanya meminta adanya perlakuan adil dalam proses hukum ini. "Dalam perkara tersebut, dakwaan yang disangkakan kepada dua klien saya adalah pasal 55 dan pasal 56 UU Migas jo pasal 55 KUHP tentang Migas dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. Untuk itu, klien saya minta Al juga harus diproses secara hukum karena BBM yang dibawanya merupakan milik dia," ujarnya. (fadilah)

PANDEGLANG - Ketua Kelompok Tani Pancar Kidul, Desa/Kecamatan Sindangresmi, Muhtadin mendatangi Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pandeglang. Ia menanyakan kelangkaan pupuk di wilayah Sindangresmi, beberapa bulan yang lalu. Akibat kelangkaan, banyak petani mengeluh lantaran kesul ...
PANDEGLANG – Kepala Kantor Kementrian Agama Pandeglang Mahmudi mengatakan, madrasah diniyah awaliyah (MDA) sangat vital dalam bidang pendidikan sehingga harus dioptimalkan. Apalagi kata Mahmudi, Pemkab Pandeglang sangat mendukung MDA karena setiap tahunnya mengucurkan dana milyaran rupiah.“MDA merupakan salah satu pilar pendidikan dasar yang fungsinya harus dioptimalkan. Ini penting karena jumlah MDA di Pandeglang sangat banyak mencapai 1000 lebih dan ada disetiap pelosok,” kata Mahmudi, kemarin.
Dijelaskan Mahmudi, berdasarkan amanat Perda Diniyah Nomor 27/2007 pasal 13, Kemenag dan Dinas Pendidikan merupakan lembaga yang bertanggungjawab terhadap pembinaan MDA. Atas dasar Perda ini pula kata Mahmudi pihaknya merencanakan melakukan pembenahan dengan cara memaksimalkan peran Kemenag dan Dindik dalam manajemen MDA. “Rencana ini sudah lama disusun tapi karena berbagai pertimbangan selalu tertunda. Namun tahun ini harus ada perubahan manajemen dengan tujuan adanya peningkatan kualitas pendidikan di MDA,” terangnya.

Terpisah, Mantan Ketua FKMD Pandeglang Aminudin menyambut baik jika Kemenag sudah berpikir kearah optimalisasi MDA. “Memang Kemenag harus support memajukan MDA. Dan kami rasa selama ini sudah berhasil. Jika masih ada yang kurang tinggal membangun komitmen saja ke depan untuk memajukan MDA,” terang pria yang saat ini sudah duduk sebagai anggota DPRD Pandeglang. (muhaemin)